KriminalitasNgawi

Catut Nama Aspri Menpan-RB, Komplotan Pelaku Penipuan Diringkus

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kawanan penipu ini terbilang nekat. Mereka sengaja mencatut nama asisten pribadi (aspri) Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (Menpan-RB) untuk mengelabui korbannya. Apes, kedok mereka akhirnya terkuak hingga berhasil diamankan polisi.

Kawanan terdiri tiga orang itu adalah AER, 33, warga Cilacap Jawa Tengah; KMU, 43, asal Gunungkidul, DIJ; dan WNI, 42, perempuan asal Ngawi yang kini bertempat tinggal di Kebon Jeruk, Jakarta. Ketiganya dibekuk polisi pada 22 Maret lalu.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP M. Khoirul Hidayat menjelaskan, kepada korbannya pelaku mengaku bisa memasukkan ke Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.  Seorang di antaranya mengaku aspri Menpan-RB. ‘’Sedangkan dua tersangka lainnya mengaku sebagai anggota polisi berpangkat AKP,’’ ujar Khoirul dalam rilis pers di Mapolres Ngawi Selasa (14/4).

Ketiga pelaku ditangkap setelah Heffy Novitasari, 27, warga Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi, melaporkan kasus penipuan yang menimpanya ke polisi. ‘’Sampai saat ini masih diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana peran masing-masing tersangka,’’ ungkapnya.

Khoirul mengatakan, Heffy telah menyetor duit senilai Rp 40 juta sebagai uang muka dari angka Rp 70 juta yang disepakati. Namun, kenyataannya korban tidak lulus Akpol seperti yang dijanjikan ketiga pelaku. ‘’Korban juga sempat diajak ke Semarang untuk mendaftar Akpol, tapi di sana tak melakukan pendaftaran,’’ paparnya.

Untuk meyakinkan korbannya, ketiga pelaku sengaja menunjukkan sejumlah atribut yang belakangan diketahui palsu. Di antaranya, kartu anggota kepolisian dan aspri Menpan-RB. ‘’Kami amankan sebagai barang bukti. Termasuk mobil Honda Mobilio nopol B 2689 TZC dan korek api mainan berbentuk pistol,’’ bebernya.

Khoirul mengimbau warga tidak memercayai orang-orang yang mengaku bisa membantu lolos seleksi anggota polisi. Apalagi, dengan embel-embel menyetor sejumlah uang. ‘’Kami menduga di masyarakat masih ada kasus serupa, tapi sebagian enggan melapor,’’ pungkasnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close