Madiun

Catatan Perjalanan Umrah Ladima Keberangkatan 23 November 2019 (4)

Jamaah Plaosan Badal Umrahkan Almarhum Orang Tua

Pulang ke tanah air melenggang tanpa membawa barang bawaan berat. Hanya kurma ajwa dan air zamzam. Itu pun secukupnya. Berikut catatan yang ditulis Pimpinan Ladima Tour & Travel H SOENARWOTO.

=====================

UMRAH grup Barokah keberangkatan 23 November lalu diikuti 38 jamaah. Didominasi jamaah asal Plaosan, Magetan. Sekitar 18 orang. Umumnya mereka adalah petani dan pedagang. Niat mereka kuat datang ke Tanah Suci hanya untuk beribadah. Mendekatkan diri kepada Allah. Mengharap rida-Nya.

Selama di Tanah Suci, di luar prosesi ibadah umrah, mereka lebih sibuk beribadah di Masjid Nabawi dan Masjidilharam. Ketika hendak pulang ke tanah air pun mereka tidak bernafsu membeli banyak oleh-oleh. Berbelanja secukupnya saja. Tidak berlebihan.

Ini bukan karena mereka tidak bawa sangu. Melainkan sangu-nya untuk membadalumrahkan almarhum orang tua. Lebih penting daripada berbelanja. Juga agar bisa fokus beribadah dan pulang tanpa membawa barang bawaan yang berat.

‘’Sedulur jamaah dari Plaosan sebelum pergi umrah sudah belanja oleh-oleh di Magetan, Madiun, dan Solo. Sehingga, saat umrah sangu-nya diutamakan untuk membadalumrahkan almarhum orang tua. Ini sebagai birulwalidain untuk almarhum orang tua,’’ kata H Sularno Warno Samin, tour leader grup Barokah.

Pak Sular, sapaan Sularno Warno Samin, mengatakan bahwa jamaah Plaosan meyakini orang tua yang sudah meninggal butuh doa dan ibadah dari anak-anaknya yang masih hidup. Untuk itu, ketika bisa pergi ke Tanah Suci mereka berusaha melakukan badal umrah untuk almarhum orang tua.

‘’Kita semua ini lahir ke dunia dari orang tua. Dibesarkan, dirawat, dan disekolahkan oleh orang tua. Nah, saat di Tanah Suci kita harus menghadiahi orang tua kita yang telah almarhun dengan badal umrah,’’ ujar Pak Sular yang diamini belasan jamaahnya.

Pelaksanaan badal umrah dipercayakan kepada mutawif, para ustad Ladima yang tinggal di Makkah. Sebab, mereka yang tahu syariat dan tata laksananya. Selain itu, jamaah sudah capek melaksanakan umrah dan ibadah lainnya selama di Tanah Suci. Atau, jamaah menyempurnakan ibadah umrahnya sendiri saat umrah kedua.

‘’Sebenarnya, Ladima memberi kesempatan dua kali umrah kepada jamaahnya. Tapi, berhubung jamaah sudah kecapekan dan ingin menyempurnakan umrahnya yang pertama yang dirasa kurang, pada umrah kedua niatnya untuk diri sendiri. Untuk itu, badal umrah untuk almarhum orang tua dipercayakan kepada mutawif Ladima di Makkah,’’ jelasnya.

Meski uang saku untuk ongkos badal almarhum orang tua, bukan berarti jamaah Plaosan sama sekali tidak belanja oleh-oleh dari Tanah Suci. Tetap belanja. Beli kurma ajwa dan air zamzam. Kedua jenis barang tersebut yang disunahkan dibawa jamaah pulang dari Tanah Suci. Bukan lainnya. Bawanya juga secukupnya. Agar tidak memberatkan dan merepotkan dalam perjalanan pulang ke tanah air.

Apalagi, pulangnya juga harus melewati proses check in, boarding pass, imigrasi, dan bagasi. Sangat memberatkan jika jamaah masih tenteng-tenteng bawa bawaan berat di kabin pesawat. ‘’Alhamdulillah, perjalanan pulang tetap santai. Tidak bawa bawaan banyak, karena sangu-nya buat badal umrah almarhum bapak dan ibu. Bismillah, semoga pahala yang kita bawa pulang banyak,’’ panjat H Rustamadji, salah seorang jamaah Plaosan. Aamiin.*** (don/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close