Madiun

Catatan Perjalanan Umrah Ladima Keberangkatan 23 November 2019 (3)

Bluder Cokro dan RS Darmayu Umrahkan Karyawan

Saat di Tanah Suci karyawan yang umrah mendoakan perusahaannya makin maju dan sukses. Owner-nya panjang umur dan sehat selalu. Berikut catatan yang ditulis Pimpinan Ladima Tour & Travel H SOENARWOTO.

====================

KETIKA mendapat kabar dapat undian pergi umrah dari kantornya, dia hampir tidak percaya. Itu dialami Bayu Dwi Kurniawan, karyawan Bluder Cokro Madiun. Apalagi, dia merasa masih relatif muda. Usianya 28 tahun. ‘’Sungguh, saya tak menyangka bisa pergi ke Tanah Suci secepat ini. Atas rezeki ini saya sangat bersyukur. Alhamdulillah,’’ ucap Bayu.

Dia tidak pernah berpikir pergi umrah. Hari-harinya cuma berpikir bagaimana bisa bekerja dengan baik untuk mendapatkan penghasilan keluarga (istri dan anak). Sebab, pergi umrah biayanya tidak sedikit. Sedangkan dia hanya seorang karyawan biasa. Kalaupun ingin pergi umrah, perlu menabung lebih dalu. Dengan menabung tentu lama mengumpulkan uang untuk ongkos pergi umrah.

‘’Sehingga saya tak pernah bermimpi pergi umrah. Kalau ingin umrah dengan biaya sendiri, ya harus nabung dulu. Tapi, Alhamdulillah, ini saya tak perlu nabung. Karena perusahaan tempat kami bekerja yang memberangkatkan umrah,’’ ujarnya. Tersenyum senang.

Lebih menyenangkan lagi saat keberangkatan umrah. Dia diantar owner Bluder Cokro sampai ke kantor Ladima di Nglames. ‘’Pak Hayik dan Ibu Erica seperti orang tua saya sendiri. Saya trenyuh saat dia ikut mengantarkan kami,’’ ungkap Bayu yang diamini Jumali Pandi Kemis, karyawan bagian produksi Bluder Cokro yang juga diberangkatkan umrah.

Untuk itu, Bayu dan Jumali, ketika di Tanah Suci selalu berdoa untuk perusahaan Bluder Cokro dan pemiliknya. Semoga Bluder Cokro tambah maju dan  sukses. Untuk pemiliknya (Pak Hayik dan Bu Erica) semoga diberi panjang umur, sehat, bahagia hidupnya, dan penuh keberkahan. Bahkan, kedua karyawan ini sering membawa kotak roti Bluder Cokro saat beribadah di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram.

‘’Karena Bluder Cokro saya bisa datang ke Tanah Suci melaksanakan ibadah umrah. Jadi saya sering membawa kotak roti ini untuk saya foto di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Semoga tambah berkah,’’ ujarnya.

Bukan hanya pada Bayu dan Jumali. Setiap ada karyawannya berangkat umrah owner Bluder Cokro selalu mengantarkan. Tidak pandang dini hari atau tengah malam. ‘’Saya kagum dengan bos Bluder Cokro. Setiap ada karyawannya berangkat umrah selalu ikut mengantarkan. Apresiasi kepada karyawannya luar biasa,’’ kata Hj Arie Juwariah, owner Ladima Tour & Travel.

Mbak Arie, sapaan Hj Arie Juwariah, menyebut Bluder Cokro dan Notosuman memberangkatkan umrah karyawannya  hampir setiap tahun. Kira-kira sudah berlangsung empat tahun terakhir. ‘’Sedangkan Bos Hayik dan Bu Erica pemeluk agama lain. Inilah yang bikin saya hormat kepadanya. Bisa mengaplikasikan toleransi dengan nyata di tengah keragaman kita,’’ tandas Mbak Arie.

Bukan hanya Bluder Cokro yang memberangkatkan karyawannya pergi umrah.  RS Darmayu Ponorogo juga.Tahun ini rumah sakit swasta ini memberangkatkan empat karyawannya. Satu di antaranya Direktur RS Darmayu Ponorogo dr Djemiran Yadi. Sedangkan empat karyawan lainnya ada yang mengajak keluarga.

‘’Saya mengajak istri dan ibu kandung saya. Saya diberangkatkan RS Darmayu. Bahagia rasanya bisa ngajak umrah ibu kandung dan istri. Ini keinginan yang sudah lama dan baru terwujud sekarang,’’ kata Djemiran.

Saat di Tanah Suci, para karyawan RS Darmayu Ponorogo ini juga mendoakan agar tempat kerjanya tambah maju dan sukses. Pemiliknya juga panjang umur, sehat, berlimpah rezekinya, dan berkah. ‘’Semoga Pak H Sugeng Prawoto (pemilik RD Darmayu) dan keluarganya panjang umur dan sehat selalu. Semoga tiap tahun bisa memberangkatkan umrah karyawannya,’’ panjat Djemiran.*** (don/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button