Madiun

Catatan Perjalanan Umrah Ladima Keberangkatan 23 November 2019 (1)

Daftar Umrah Program 9 Hari Dapat 10 Hari

Jamaah umrah grup Barokah dan Gemuyu keberangkatan akhir November lalu patut bersyukur. Di Madinah tambah satu hari. Di Makkah hotelnya di-upgrade bintang lima di depan Masjidilharam. Berikut catatan yang ditulis Pimpinan Ladima Tour & Travel H SOENARWOTO.

===================================

H WARNO Muntari dan istrinya Hj Sademi berbinar raut wajahnya saat hendak berangkat umrah. Pasutri asal Plaosan, Magetan, ini gembira karena daftar umrah program sembilan hari dapat 10 hari. Tambah sehari. Berarti bisa lebih lama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ini yang membuat hati pasutri itu senang.

‘’Alhamdulillah, ini berkahnya ikut umrah dengan Ladima. Itulah yang membuat saya selalu daftar di Ladima. Ini keempat kalinya saya ikut Ladima,’’ kata H Warno Muntari, jamaah Grup Barokah.

Selain bonus sehari juga dapat penerbangan langsung dari Bandara Internasional Juanda ke Bandara Princes Mohammad bin Abdul Aziz Madinah dengan pesawat Saudi Arabia Airlines (SV). Sore terbang dari Juanda, malam sudah tiba di Madinah. Tidak terlalu capek. Bisa lebih cepat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi Madinah. Alhamdulillah.

Hanya, pelayanan maskapai Saudi Arabia Airlines kali ini sedikit menurun. Menu makannya terbatas. Dalam penerbangan hanya ada nasi goreng dan omelet. Minumnya pun terbatas. Hanya air putih, teh, dan kopi. Air pun dituang di gelas plastik. Tidak dalam satu botol kemasan. Pramugarinya pun tidak ramah.

Sudah begitu air keran toilet mampat. Tidak mengalir. Dalam penerbangan Juanda-Madinah para penumpang harus menggunakan tisu untuk urusan toilet. ‘’Saudi Arabia sekarang buruk pelayanannya. Tidak memanusiakan jamaah umrah. Padahal, pesawat milik Pemerintah Arab Saudi itu semestinya lebih baik dalam melayani tamu-tamu Allah. Tapi kali ini tidak,’’ ujarnya diamini anaknya H Sularno yang jadi tour leader dan sering naik Saudi Arabia Airlines.

Meski begitu, dia tetap bersyukur bisa pergi umrah dengan Ladima. Saat di Tanah Suci, di Madinah dan Makkah, hotelnya dekat Masjid Nabawi dan Masjidilharam. Padahal, jamaah yang dapat fasilitas bintang lima dan di depan Masjidilharam itu, di Ladima biasanya adalah grup Anti-Capek dan Happy.

‘’Ini yang bikin saya kaget. Saat di Makkah, ternyata di Makkah Tower. Hotel bintang lima dan lokasinya di depan Masjidilharam. Padahal, biasanya paket Barokah hotelnya berjarak 300 meter. Tapi, kali ini di depan Masjidilharam. Alhamdulillah,’’ ucap Mbah Warno penuh syukur.

Dia pun bangga dan senang. Apalagi, dalam umrah keempat dengan Ladima ini mengajak H Rustamadji Latip, temannya dari Batu. Dia yang ngajak, jika pelayanan Ladima buruk pasti dia yang wirang. ‘’Alhamdulillah, Pak Rustamadji sangat senang umrah dengan Ladima. Menurutnya, Ladima amanah dan pelayanannya bagus,’’ tuturnya.

Malah, pelayanan Ladima dirasa lebih dari yang dijanjikan. Ini jika dibanding travel-travel yang pernah diikutinya. Sebagai warga Kota Batu yang dekat Malang, H Rustamadji biasa pergi umrah lewat travel di Malang atau Surabaya. Dia gonta-ganti travel setiap pergi umrah, karena belum ada yang cocok.

‘’Kali ini saya dan istri langsung cocok dengan Ladima. Jika pergi umrah lagi, saya pasti ikut Ladima. Ini anak-anak saya di Malang saya arahkan daftar di Ladima,’’ kata pengusaha tanaman hias di Kota Batu ini.

Owner Ladima Tour & Travel Hj Arie Juwariah menyebut, jamaah umrah Gemuyu dan Barokah keberangkatan 23 November ini fasilitasnya di-upgrade. Khususnya grup Barokah. Grup Gemuyu di Pullman Zamzam dan grup Barokah di Hotel Makkah Tower. Padahal, kedua grup tersebut biasanya tidak di dua hotel tersebut.

‘’Ini rezeki jamaah grup Gemuyu dan Barokah. Karena hotel yang biasanya ditempati penuh. Akhirnya, kami upgrade di hotel bintang lima dan semua di depan Masjidilharam. Berada di Pullman Zamzam dan Makkah Tower,’’ ujar Mbak Arie.*** (don/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button