Magetan

Cara Warga Mangkujayan Menyambut Kemerdekaan Ke-74 RI

Kabupaten Magetan tampil semakin cantik dan seksi pada malam hari. Keaktifan warga dalam menyambut hari kemerdekaan adalah pemicunya. Mereka seakan berlomba menghias lingkungan tempat tinggal mereka dengan lampu hias warna-warni dalam berbagai bentuk dan lampion.

——————-

FATIHAH IBNU FIQRI, Magetan, Jawa Pos Radar Magetan

SUASANA Magetan semakin bersahabat dengan masyarakatnya. Selain infrastruktur yang terus ditambah dan dibenahi, gemerlap daerah yang berada di lereng Gunung Lawu itu semakin menambah kenyamanan. Saat malam hari, banyak lampu warna-warni bertebaran di sudut desa terutama jalan lingkungan.

Kilauan cahaya lampu dengan dimodel berbagai bentuk di sepanjang jalan permukiman membuat Magetan bertambah moncer. Warna pelangi yang dikemas di dalam lampu-lampu jalan memberikan warna terang bagi Bumi Ki Mageti.

Di Jalan Mawar, Kelurahan Mangkujayan, RT 01 RW 01, Kecamatan Magetan, misalnya. Di lokasi tersebut, warga menghias lingkungan tempat tinggal mereka dengan memasangi 75 lampion dengan warna merah dan putih di sepanjang jalan. Uniknya kreasi lampion itu hasil dari kreativitas masyarakat menggunakan kaleng bekas minuman yang dicat kuning dan ditambahi lampu bohlam. ‘’Ide sepenuhnya dari warga,’’ kata I Nengah Cager, ketua RT setempat.

Cager mengatakan bahwa awalnya mereka bingung ingin membuat hiasan apa untuk menyemarakkan kemerdekaan di Mangkujayan. Hingga akhirnya, salah satu warganya menyarankan untuk membuat lampion setelah menonton bebrapa video di YouTube. Bahkan, di situ juga dijelaskan tentang bagaiman cara membuat lampion cantik dari bahan bekas. ‘’Syukur, bisa hemat dana dari RT,’’ ujarnya.

Setidaknya, membutuhkan sekitar 15 ember cat bekas yang kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Kemudian, potongan itu direkatkan menjadi rangka. Rangka tersebut akhirnya dibungkus menggunakan kain. Setidaknya ada dua kelir kain yang digunakan yakni warna merah dan putih. Barulah dipasang ke kawat dan kemudian dibentangkan melintang di atas jalan kelurahan. ‘’Siang memang terlihat biasa, kalau malam bagus,’’ ungkapnya.

Awalnya, Cager sempat pesimistis. Karena mereka menggunakan bahan bekas. Hasilnya akan biasa saja. Namun, setelah terpasang dan diberi lampu bohlam lombok, hasilnya cukup bagus. Apalagi, di malam hari. Banyak sekali warga sekitar yang menggunakannya sebagai background foto karena lampionnya yang cantik. ‘’Dari anak-anak sampai orang dewasa datang ke sini,’’ terang Cager.

Cager menerangkan pengerjaannya dilakukan pemuda RT setempat. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar tiga hari. Dia menyebut kalau cara ini lebih murah ketimbang kain merah putih yang dibalutkan ke pagar seperti yang dilakukan tahun lalu. ‘’Dan yang dulu itu terlihat biasa saja, beda dengan yang ini,’’ katanya. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button