Advertorial

Capek Olahraga Rehatlah di Lapak UMKM Kejuron

Jadikan Mi Tungku Legendaris Ikon Kelurahan

Taman Olahraga Gulun (TOG) semakin bergelora. Di sekitarnya kini berdiri dua titik lapak yang menjadi pendulum perekonomian Kejuron. Satu di pojok selatan lapangan untuk menampung titipan kerajinan tangan warga setempat. Juga, lapak Waringin di barat kantor kelurahan.

NUR WACHID, Jawa Pos Radar Madiun

LAPAK baru itu berkonsep joglo yang kental bernuansa tradisional Jawa. Kedua bangunan yang selesai dibangun akhir tahun lalu itu dibiayai dana insentif desa (DID) dari pemerintah pusat. Jalan dua bulan, LPMK dan paguyuban UMKM berhasil menghidupkannya menjadi magnet perekonomian di kelurahan setempat.

Lapak pertama namanya Warung UMKM Kejuron Pojok Gulun. Lokasinya di pojok selatan taman. Ada tiga lapak permanen dan satu gerobak di titik itu. Lapak pertama khusus menyajikan makanan kecil yang dikelola PKK. Lapak satunya lagi dikelola paguyuban UMKM khusus menjual olahan makanan kering. Lapak terakhir difungsikan untuk galeri UMKM. Menjual kerajinan tangan, suvenir, dan pernak-pernik produksi warga setempat. Khusus gerobak menjual makanan ringan. Barang dagangan di lapak-lapak itu merupakan titipan dari warga setempat. ‘’Warga Kejuron bisa menitipkan, tapi karena lapak terbatas tentu ada aturan yang harus diikuti,’’ kata Lurah Kejuron M. Yusuf Asmadi.

Lapak kedua berjuluk Waringin. Akronim dari warung sor ringin (warung di bawah pohon beringin). Lokasinya seberang TOG di barat kantor kelurahan. Dulunya, lokasi itu merupakan warung mi tungku milik warga setempat. Sudah dua generasi berjalan, warung legendaris itu selalu menjadi jujukan pelanggan dari berbagai daerah. Pihak kelurahan tergerak memoles warung yang kondisinya memprihatinkan itu menjadi sedap dipandang. ‘’Kita naikkan pamornya. Mi angklung yang legendaris itu dijadikan ikon kuliner Kejuron,’’ ungkapnya.

TOG memberi keistimewaan tersendiri bagi kelurahan berpenduduk 9.900 jiwa ini. Sentra pedagang kaki lima sekaligus spot olahraga itu cukup mendongkrak aktivitas perekonomian. Namun, tidak semua pedagang di sana merupakan warga setempat. Karena itu, adanya lapak UMKM ini membantu memberi ladang ekonomi baru bagi warga asli Kejuron. ‘’Aktivitas perekonomian sudah jalan dua bulan. Cukup membantu memulihkan pendapatan warga. Lapak tidak kami sewakan atau jual belikan,’’ terang Yusuf.

Bulan depan, pembangunan tahap II lapak UMKM bakal dilanjutkan. Disuntik anggaran Rp 217 juta dari sistem swakelola. Realisasinya untuk lapak pertama ditambahkan teras di belakang lapak untuk pengunjung. Kemudian aksesori pelengkap seperti payung dan lainnya. Sementara di lokasi kedua dibangun lapak permanen yang saat ini masih ada lahan kosong. Diperkirakan ada dua lapak permanen baru di titik itu. Selain ditambahkan hiasan tempat duduk di sekitar pohon beringin. ‘’Inisiatif perekonomian ini dari warga dan manfaatnya kembali kepada warga. Menyongsong kelurahan mandiri dan ekonomi kerakyatan sebagaimana mimpi Pak Wali,’’ pungkasnya. * (fin/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button