Mejayan

Capaian PBB-P2 Kabupaten Madiun Meleset

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Hingga memasuki Oktober capaian pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Madiun tak sampai separo dari target. Problematika itu coba diurai legislatif lewat rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak. ‘’Target PBB-P2 tahun ini Rp 24 miliar,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun Hadi Sutikno, Selasa (5/10).

Mestinya, target itu klir September kemarin. Faktanya, belum genap 50 persen. Atau masih ada duit pajak lebih dari Rp 12 miliar belum terbayar. ‘’Ada beberapa faktor terlambat selesai. Seperti karena sistem, dan mungkin petugas pemungut pajak kesulitan menarik karena PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat),’’ ujarnya.

Rendahnya pembayaran PBB-P2 hampir merata di seluruh kecamatan. Hanya satu, Kecamatan Gemarang, yang sudah menyetor PBB-P2 lebih dari separo, yakni 59 persen. Sementara kecamatan lain antara 16-41 persen (selengkapnya lihat grafis). ‘’Permasalahannya, pembayaran PBB-P2 tahun ini harus urut dengan (piutang) tahun-tahun sebelumnya,’’ jelasnya.

Namun, lanjut Hadi, sesuai hasil RDP kemarin disepakati yang tahun ini diselesaikan lebih dulu. Sementara penanganan untuk piutang 2020 ke bawah sudah identifikasi dan dalam waktu dekat klir. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button