Magetan

Butuh 13 Tahun Tuntaskan RTLH

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tanggungan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Magetan masih menumpuk. Total masih 6.506 unit. Tahun ini perbaikan mencakup 466 unit. ’’Memang masih banyak, tapi kami berupaya untuk bisa diperbaiki setiap tahunnya,’’ ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperkim Magetan Mujiono.

Kapan tuntasnya? Mujiono tak mengetahuinya secara pasti. Jika melihat kuota perbaikan RTLH setiap tahunnya, butuh waktu hingga 13 tahun ke depan. Karena kuota yang didapat pemkab dari program bantuan stimultan perumahan swadaya (BSPS) maupun yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) juga tak banyak. Setiap tahun juga tak tentu yang didapatkan. ’’Tahun ini saja turun dari tahun sebelumnya. Kami hanya bisa mengajukan,’’ terangnya.

Untuk pelaksanaan tahun depan, kata dia, sudah diajukan sebanyak 542 unit RTLH untuk diperbaiki. Mujiono berharap pengajuan itu disetujui. Sayangnya, bukan hanya pemkab Magetan yang mengajukan. Pemkab lain juga mengajukan perbaikan RTLH. Alhasil, DAK itu harus dibagi dengan daerah lain. Mau tak mau, Mujiono hanya bisa maklum. ’’Banyak daerah lain yang juga meminta. Apalagi setelah ada pemekaran daerah-daerah, kuota kami jadi menurun,’’ ungkapnya.

Pengajuan RTLH dari program BSPS juga tak berbeda. Jumlah yang diterima tak selalu sama dengan yang diajukan. Besar kemungkinan menurun dari yang diajukan. Pemerintah pusat bahkan menurunkan tim untuk memverifikasi dan memfalidasi penerima bantuan tersebut. Jika dianggap tak layak, maka tak jadi diberikan bantuannya. Ada indikatornya. Tak hanya melulu dari kondisi rumahnya. Namun, juga persyaratan administrasi. ‘’’Memang sangat detail,’’ terangnya.

Kendati demikian, Mujiono optimistis pada masa kepemimpinan Bupati Magetan Suprawoto-Wabup Nanik Endang Rusminiarti ini kekurangan RTLH lainnya bisa dituntaskan. Berat memang, namun dengan kondisi masyarakat saat ini, jumlahnya bisa berubah setiap saat. Perekonomian masyarakat saat ini berada dibawah, tak tertutup kemungkinan bisa berubah tahun depan. Sehingga, bisa dicoret dari daftar penerima bantuan RTLH. ‘’Kami tetap optimistis,’’ katanya.

Mujiono juga mengandalkan komunitas yang perduli dengan masyarakat menengah ke bawah. Beberapa komunitas bergabung untuk memperbaiki RTLH. Jumlahnya memang tak banyak, namun sangat membantu. Disperkim pun memfasilitasi pembangunan RTLH yang digawangi oleh para dermawan tersebut. ‘’Kami mengapresiasi kepedulian mereka. Semua sumber kami manfaatkan untuk menyelesaikan RTLH ini,’’ pungkasnya. (bel/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button