Madiun

Buta Tanggal Merah di IGD

ASN Wajib Rapid Test Sepulang dari Luar Kota

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak berlaku kamus cuti bagi tenaga kesehatan (nakes) di IGD RSUD Kota Madiun. Mereka tetap masuk kerja ketika sejawatnya sesama aparatur sipil negara (ASN) menikmati libur bareng di akhir pekan ini. Pendek kata, angka pada kalender di IGD RSUD Kota Madiun semuanya berwarna hitam. Seakan mengesampingkan tanggal merah bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad pada Kamis besok (29/10).

Penanggung Jawab Dokter Umum IGD RSUD Kota Madiun dr Taufik Bagus menegaskan bahwa prinsip layanan kesehatan memang tidak mengenal cuti. Waktu layanan berlangsung selama 24 jam penuh. Apalagi, butuh optimalisasi pelayanan kesehatan bersamaan masa pandemi sekarang ini. ‘’Tidak ada cuti bersama karena prinsip layanan 24 jam,’’ kata Taufik kemarin.

Apalagi, ada kecenderungan angka kunjungan ke IGD justru meningkat sekitar 10 persen bersamaan cuti bersama. Pada hari efektif, angka rata-rata kunjungan antara 75 hingga 100 pasien. Setidaknya butuh enam dokter dan 17 nakes yang bertugas ke dalam tiga sif. Taufik memastikan mereka sigap jika ada pasien yang membutuhkan layanan kesehatan. ‘’Orang sakit tidak bisa ditunda, apalagi di masa pandemi ini,’’ ujarnya.

Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi mengatakan, pihaknya sengaja mengebut rehabilitasi ruang tunggu rawat jalan selama cuti bersama. Selagi ruang poli tutup selama hampir sepekan. Pekerjaan kini memasuki tahap finishing. ‘’Kebetulan rawat jalan tutup, kami rampungkan perbaikan di ruang tunggu,’’ tuturnya.

Upaya memperluas ruang tunggu itu berbiaya Rp 200 juta dari belanja tidak terduga (BTT) yang bersumber APBD. Protokol kesehatan bakal lebih mudah diberlakukan jika ruang tunggu lebih lapang. Jumlah pengunjung rawat jalan mencapai 400-500 saban hari. ‘’Bisa jaga jarak, pasien tidak berjubel lagi,’’ terang Agus.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menerapkan kewajiban rapid test bagi ASN yang nekat berlibur ke luar kota. Pun, pegawai negeri wajib mengantongi izin dari atasannya sebelum bepergian. Jika ada yang melanggar, Maidi tak segan menerapkan sanksi berupa isolasi mandiri. ‘’Boleh ke luar kota, tapi pulang harus rapid test dulu,’’ kata Maidi.

Bersamaan itu, pemkot mendirikan lima pos pantau di perbatasan atau pintu masuk Kota Madiun. Di utara Jembatan Catur, pintu masuk kota dari selatan itu kini didirikan tenda. Ini untuk mengantisipasi persebaran Covid-19 selama libur panjang di akhir pekan. ‘’Kita akan cek suhu badan, lalu wajib pakai masker. Yang masuk Kota Madiun harus sehat dan pulangnya juga sehat,’’ tegas Maidi sembari menyebut petugas di pos pantaunya juga melibatkan anggota TNI, Polri, dan Paskhas. (kid/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button