Laka LantasMadiun

Bus Sugeng Rahayu v Truk Boks, Sumber Selamat Terbalik

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dua bus dan satu truk boks celaka di Km 193 Jalan Madiun-Surabaya, masuk Desa Sugihwaras, Saradan, pagi buta Kamis (17/6). Bus Sugeng Rahayu (SR) menabrak pohon. Truk boks nyaris melintang di tengah jalan. Sedangkan bus Sumber Selamat (SS) terbalik di luar badan jalan.

Akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tersebut, belasan korban luka-luka. Insiden bermula saat bus SR W 7126 UP yang disopiri Zaenal Arifin, 39, warga Desa Bulusari, Tarokan, Kediri, melaju dari arah timur. Bus ini hendak menyalip beberapa kendaraan di depannya. ‘’Dari Nganjuk bus sudah ngebut. Sempat nyalip dari kiri juga. Sebelum tabrakan sopir juga sempat ngerem, tapi tidak nutut,’’ kata Nasrullah, seorang penumpang bus SR.

Nasrullah dan sejumlah penumpang lainnya seketika histeris. Sesaat setelah bus yang mereka tumpangi tabrakan dengan truk boks L 8564 UV dari arah berlawanan. Bus SR nyelonong masuk hutan di sisi selatan badan jalan. Laju bus terhenti setelah menabrak pohon. Bagian depan bus ringsek. Para penumpang turun lewat pintu belakang lantaran pintu depan tertutup pohon. ‘’Setelah semua penumpang keluar, saya pindah bus,’’ ungkap warga Kecamatan Pilangkenceng itu.

Sedangkan truk boks ekspedisi yang dikemudikan Jiman, 51, warga Desa Salamrojo, Berbek, Nganjuk, berubah haluan. Badan truk serong ke selatan nyaris melintang memenuhi badan jalan. Itu setelah dua kali dihantam bus SR. Pertama mengenai kepala sisi kanan, kemudian badan truk. ‘’Sopir truk (Jiman) tidak apa-apa. Sopir bus (Zaenal Arifin) patah tulang kaki. Beberapa penumpang luka ringan,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Setyawan.

Nanang mengungkapkan, pengemudi bus SR tidak hati-hati saat mendahului kendaraan lain. Pun, melaju dengan kecepatan tinggi. Tabrakan tak dapat dihindari lantaran jarak kedua kendaraan kelewat dekat. ‘’Truk boks kosong, tidak ada muatan. Berdasar pengakuan sopir (Jiman), truk sudah berusaha menghindar hingga keluar markah,’’ beber Nanang.

Sesaat kemudian bus SS W 7198 UP melaju dengan kecepatan tinggi dari timur. Bus itu dikemudikan Ali Hartawan, 32, warga Desa Bakung Pringgondani, Balongbendo, Sidoarjo. Sopir terkejut dengan situasi dan kondisi di tempat kejadian perkara (TKP). ‘’Sopir bus SS berusaha menghindari tabrakan sebelumnya,’’ lanjut Nanang.

Nahas, bus SS malah hilang kendali. Banting setir ke arah kanan yang dilakukan spontan berujung celaka. Bus terbalik di luar badan jalan sisi utara. Tak hanya roda bus yang menjadi di atas. Kepala bus yang semula menghadap barat balik ke timur. ‘’Keterangan sopir (Ali Hartawan), setir bus mendadak terkunci saat berusaha menghindar,’’ sebut Kanitlaka.

Akibatnya, para penumpang terlempar dari jok ke atap bus. Data kepolisian, tiga penumpang bus SS patah tulang bahu kiri dan tulang kaki. Selain itu, delapan penumpang lain luka-luka. ‘’Bus ini (SS, Red) laka tunggal. Karena sama sekali tidak menyenggol dua kendaraan yang bertabrakan sebelumnya. Jaraknya masih sekitar 50 meter,’’ terang Nanang.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, arus lalu lintas di lokasi macet beberapa jam. Banyak kendaraan besar tidak bisa melintas. Sistem buka-tutup jalur diberlakukan sebelum bangkai tiga kendaraan dievakuasi dengan alat berat. ‘’Kemacetan bisa terurai setelah truk dievakuasi sekitar pukul 06.30. Kalau evakuasi total selesai pukul 10.00,’’ jelas Nanang sembari menyebut ketiga kendaraan diamankan sebagai barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button