Opini

Bus Masa Depan

KOTA kita akan punya kendaraan masa depan. Sebuah bus bertenaga listrik. Menariknya, ini buatan dalam negeri. Kemungkinan besar ada campur tangan masyarakat kota sendiri. Itu mungkin karena pabriknya ada di kota kita. Ya, PT INKA (Persero). Saya yakin karyawannya ada yang dari Kota Madiun. Bahkan, mungkin sebagian besarnya. Saya bilang akan karena memang sudah ada obrolan terkait itu. Terutama saat launching bus listrik yang diberi nama E-Inobus tersebut, Selasa lalu.

Namun, sebelum melangkah lebih jauh, terdapat dua hal yang menarik saya untuk menulis soal bus ini. Pertama karena antusias masyarakat cukup besar. Saya memantau langsung pengoperasionalan uji coba bus ini di Jalan Pahlawan, Sabtu malam kemarin (31/10). Meski hujan, ada banyak masyarakat yang ingin naik. Mereka sampai diberi nomor antrean. Protokol kesehatan dijalankan. Setiap yang mau naik, suhu tubuhnya diperiksa. Wajib pakai masker dan diberi hand sanitizer.

Saya tambah dengan Madiun Bus on Tour (Mabour), bus wisata kita. Agar antrean tidak semakin panjang. Selama libur panjang ini bus wisata memang kita uji cobakan. Kebetulan ada bus listrik PT INKA itu. Sekalian saja, kita coba semua. Animonya luar biasa. Memang saya sediakan gratis. Bahkan, kalau sudah tak pandemi, akan saya tambah minum. Jadi, naik bus dapat minum juga.

Bus ini untuk mengenalkan jalan-jalan di Kota Madiun. Ada tiga rute yang ditentukan. Ada yang lewat Jalan Pahlawan ke Pasar Besar Madiun, Jalan dr Soetomo sampai Stasiun Madiun, dan kembali lagi ke Jalan Pahlawan. Ada juga yang lewat Jalan Cokroaminoto, Agus Salim, lewat alun-alun, dan kembali ke Jalan Pahlawan. Ke depan, rutenya kita tingkatkan lewat jalur sepeda wisata.

Yang kedua karena bus listrik ini diulas Bapak Dahlan Iskan dalam tulisannya. Judulnya, Bukan Kerbau. Di-posting Minggu kemarin (1/11). Ya, mantan Menteri BUMN itu memang getol dengan kendaraan berbahan listrik. Setahu saya, mantan jempolan Jawa Pos Grup ini juga punya mobil listrik. Pernah dibawa ke Sunday Market Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Waktu itu memang ada acara Pemerintah Kota Madiun dengan Jawa Pos Radar Madiun. Beliau hadir.

Nah, beliau juga datang ke PT INKA melihat dan mencoba E-Inobus beberapa waktu lalu. Tak tahunya muncul tulisan terkait kunjungan itu. Ada banyak yang menginfokan tulisan beliau itu ke saya. Saya baca langsung. Ada apresiasi dari beliau. Poinnya memang terkait bus listrik itu. Namun, ada juga ulasan sedikit tentang saya sebagai wali kota. Terima kasih, Pak. Terima kasih atas apresiasinya.

Ada harapan besar beliau agar bus itu berkembang. Terutama di negeri sendiri dan luar negeri tentunya. Saya ingin Kota Madiun jadi salah satu yang bersumbangsih terkait itu. Seperti yang saya katakan, kota kita akan punya kendaraan masa depan. Saya sudah membuka omongan. Bahkan, saya ingin Kota Madiun didahulukan. Itu harus, karena pabriknya ada di sini. Kota Madiun harus jadi percontohannya. Sudah dimulai dengan uji coba kemarin. Ke depan, kota kita jadi percontohan penerapan kendaraan ramah lingkungan itu.

Tapi, saya ingin desain yang berbeda. Bus listrik tapi dengan bodi mirip kereta. Seperti kereta Shinkansen di Jepang. Biar lebih menarik. Biar orang juga langsung tahu kalau itu bus listrik. Saya khawatir minat wisatawan biasa saja, kalau desainnya bus pada umumnya. Padahal itu bus listrik. Penampilan memang penting. Karenanya, saya ingin desain bus listrik untuk Kota Madiun nanti seperti kereta di Jepang itu.

Rencana penggunaan bus listrik sebagai fasilitas wisata dan bus sekolah di Kota Madiun ke depan bukan soal urusan gagah-gagahan. Tapi juga urusan lingkungan. Semua juga tahu kalau kendaraan listrik ramah lingkungan. Tidak menghasilkan polusi seperti kendaraan berbahan bakar minyak. Nah, yang namanya kota harus mengutamakan yang ramah lingkungan itu. Saya optimistis ada banyak wisatawan yang ingin masuk ke kota kita. Apalagi, dengan perubahan-perubahan yang ada. Banyaknya orang yang masuk, ada banyak limbah sebagai konsekuensinya. Sedangkan moda transportasi juga menghasilkan polusi. Hadirnya kendaraan listrik nanti, paling tidak sedikit mengurangi limbah yang ada. Karenanya, saya langsung klik dengan terobosan PT INKA ini. Semoga harapan ini dapat segera diwujudkan. Kota kita punya bus listrik ramah lingkungan kendaraan masa depan.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button