Magetan

Bupati Suprawoto Janji Cari Solusi Soal Kesalahan Penulisan Periode Jabatan Mantan Bupati Soedarmono

Kesalahan Itu ”Dibiarkan” Menahun

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kesalahan penulisan periode jabatan mantan Bupati Magetan Soedarmono tenyata sudah menahun. Tidak hanya di  tugu nol kilometer dan Pendapa Surya Graha. Namun, juga di kantor Setdakab Magetan. Di tangga menuju lantai 2, papan bertuliskan nama bupati Magetan dari masa ke masa juga terpasang. Soedarmono di urutan ke-22. Hanya ditulis sekali dengan masa jabatan 1988-1998.

Bupati Magetan Suprawoto pun angkat bicara. Menurut dia, penulisan di tugu nol kilometer tidak salah. Sebab, menjiplak dari daftar nama-nama bupati yang lebih dulu eksis. Sehingga, dianggap benar. Apalagi, sudah ada sejak puluhan tahun sebelum tugu nol kilometer dibangun. ‘’Saya kira yang menulis tidak salah karena meniru. Dahulu juga tertulis begitu,’’ katanya enteng Senin (20/1).

Meski begitu, lanjut dia, karena ada kesalahan semestinya diperbaiki. Persoalannya, penulisan nama-nama itu berupa pahatan pada lempengan granit. Bukan tulisan timbul yang mudah diganti. Sehingga, harus dicarikan solusinya. ‘’Ya, dicarikan jalan keluar yang paling baik dan efisien,’’ ujar Kang Woto, sapaan Suprawoto.

Pun dia menekankan harus diluruskan. Apalagi, jika memantik polemik dan persepsi berbeda di masyarakat. Di antaranya anggapan bahwa Soedarmono hanya sekali menjabat bupati Magetan. Itu lantaran Sumantri yang juga dua kali menjabat ditulis dua kali. ‘’Nanti diluruskan kalau memang ada kesalahan penulisan,’’ janji Kang Woto.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Magetan dr Pangajoman mempertanyakan penulisan nama Soedarmono di tugu nol kilometer. Putra almarhum Soedarmono ini bingung lantaran nama ayahnya sebagai orang sipil pertama yang menjabat bupati Magetan dua periode hanya ditulis sekali. Sedangkan Sumantri ditulis dua kali. ‘’Kok ada perbedaan?’’ tanyanya.

Sementara Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan Mujiono menyebut penulisan nama-nama bupati di tugu nol kilometer “menyontek” tulisan di belakang Pendapa Surya Graha. Tak ada maksud membedakan. Pembangunan tugu itu pun sejatinya belum final. Bakal ditambah fasilitas lainnya. Sehingga, jika ada kesalahan bakal diperbaiki. ‘’Sambil jalan bisa diperbaiki,’’ ujarnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close