Magetan

Bupati Magetan Tuntut Kades Inovatif

Kesempatan Emas Bangun Desa Berkelas

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Satu desa satu inovasi. Tuntutan improvisasi itu disampaikan Bupati Magetan Suprawoto kepada 184 kepala desa (kades) hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019. Para pemenang pesta demokrasi enam tahunan itu dilantik di Pendapa Surya Graha Selasa (17/12). ‘’Berlomba-lomba berinovasi. Tunjukkan keunggulan desa,’’ pintanya.

Jumlah kades yang diambil sumpahnya itu separo lebih dari total 207 desa di kabupaten ini. Bila satu desa bisa menelurkan satu inovasi, Bumi Ki Mageti diyakini bakal semakin maju.

Selain mengaktifkan BUMDes agar ada uang yang berputar, bupati juga meminta agar kelestarian lingkungan desa dijaga. Lewat membangun dan mengelola bank sampah. ‘’Ini kesempatan emas untuk memulai membangun desa bagi yang baru pertama kali menjabat. Juga kesempatan terakhir bagi kades yang menjabat kali ketiga,’’ terangnya.

Kang Woto, sapaan Suprawoto, menyebut upaya membangun desa yang berkelas memang butuh pengorbanan. Mulai tenaga, pikiran, hingga waktu. Akan tetapi, pengorbanan itu dirasa bukan sebuah halangan. Seandainya tujuan kades mencalonkan diri semata-mata untuk membangun desa. ‘’Ambil contoh, Syailendra yang kalau tidak mau berkorban, tidak akan mewariskan Borobudur untuk Indonesia,’’ ucapnya.

Dalam menjalankan tugas, Kang Woto berpesan agar mengikuti aturan main yang berlaku. Regulasi tersebut bukan membatasi gerak kades, melainkan malah melindungi. Ada kejaksaan dan aparat kepolisian yang akan memantau. ‘’Tidak perlu khawatir asalkan pekerjaan yang dilakukan tidak menyalahi aturan,’’ tutur mantan sekjen Kemenkominfo tersebut.

Selain kades, Kang Woto juga memberi wejangan kepada ketua pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) desa. Mengingatkan para suaminya agar tidak bekerja menyimpang. Toleransi diberikan bila ditemukan pelanggaran administrasi. ‘’Jangan langsung diproses, diingatkan dulu. Yang penting masih mengikuti regulasi,’’ ucapnya. (bel/c1/cor)

Buka Lebar Pintu Konsultasi

DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan bakal membekali ilmu kepada ratusan kades hasil Pilkades Serentak 2019. Mulai penyelenggaraan pemerintahan desa (pemdes), kepemimpinan, hingga keuangan. Hal serupa diberikan untuk kades yang masih aktif menjabat. ‘’Sebanyak 207 kades akan dapat pembekalan,’’ kata Kepala DPMD Magetan Eko Muryanto Selasa (17/12).

Eko menjelaskan, pembekalan menyeluruh itu karena memasuki tahun anggaran baru. Kades tidak boleh melakukan kesalahan hingga harus berurusan dengan aparat penegak hukum (APH). Mengingat ada beberapa kades yang bukan orang baru dalam urusan pemdes. Yakni, incumbent dan mantan kades yang kini menjabat kembali. ‘’Pembekalan secara bertahap mulai 26 Desember nanti,’’ ujarnya.

Bagi mantan kades yang kini menjabat, penyesuaian perlu dilakukan. Sebab, dalam kurun enam tahun banyak regulasi yang berubah. Kebiasaan lama ketika dulu menjabat harus ditinggalkan. ‘’Adaptasi diperlukan agar pembangunan bisa sejalan,’’ tutur mantan kepala bakesbangpol Magetan tersebut.

DPMD akan memberikan perlakuan khusus kepada kades yang notabene masih pemula. Selain konsultasi secara pribadi dengan Eko, juga sewaktu-waktu mendatangi kantor DPMD. ‘’Saya terbuka. Kalau ada yang bingung, mending bertanya daripada salah,’’ ujarnya.

Eko mengatakan, petuah anggota forkopimda saat pelantikan bisa dijadikan pegangan. Selama masih menjalankan tugas dalam koridor, para kades bakal aman. Regulasi tersebut semata-mata agar tidak melakukan perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri. Apalagi, desa harus mengelola anggaran yang nilainya tidak sedikit. ‘’Jalankan tugas sesuai regulasi, tentu aman,’’ ucapnya. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close