Mejayan

Bupati Madiun Enggan Gegabah Tambah Sekolah PTM

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Skema pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Madiun belum berubah. Masih menggunakan skema satu sekolah tiap jenjang per kecamatan alias satu:satu:satu. Kendati kurva kasus korona mulai melandai, pemkab enggan gegabah dengan melakukan pelonggaran.

PTM di Kabupaten Madiun digelar usai terbitnya Inmendagri 38/2021 awal September lalu bersamaan turunnya level PPKM dari 4 ke 3. Mengacu rumus itu, sebanyak 45 sekolah di 15 kecamatan yang melaksanakan model pembelajaran tersebut.

Kendati demikian, pemkab enggan terburu-buru menambah jumlah sekolah peserta PTM. Sementara, di Kabupaten Madiun terdapat total 403 SD dan 47 SMP, baik negeri maupun swasta. ‘’Ada berbagai pertimbangan mengapa jumlah sekolah PTM belum ditambah,’’ ungkap Bupati Madiun Ahmad Dawami, Senin (27/9).

Kaji Mbing -sapaan Ahmad Dawami- menjelaskan, kasus korona di Kabupaten Madiun masih fluktuatif. Hasil asesmen situasi Covid-19 dari Kemenkes seperti dirilis Pemprov Jatim pertengahan September lalu, daerah setempat masuk kategori level 1. Namun, beberapa hari kemudian naik level.

Kendati dalam rentang dua hasil asesmen situasi Covid-19 yang berbeda itu Kabupaten Madiun masih masuk PPKM level 3 seperti yang tertuang dalam inmendagri terkait. ‘’Perubahan level asesmen situasi Covid-19 itu jadi salah satu alasan untuk tidak gegebah,’’ ujarnya. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button