Advertorial

Bupati Madiun Ajak Warga Sukseskan Program Pendataan Keluarga

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Program pendataan keluarga 2021 di Kabupaten Madiun dimulai hari ini. Sasarannya seluruh warga daerah setempat. Segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga bakal dicatat. Sementara, hasil pendataan bakal menjadi fondasi pembangunan lima tahun ke depan. ‘’Poin penting dalam pendataan keluarga 2021 ini untuk menentukan arah pembangunan, khususnya pembangunan keluarga,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Rabu (31/3).

Kaji Mbing -sapaan Ahmad Dawami- menekankan bahwa pendataan keluarga penting dilakukan karena akan terlihat titik mana yang harus diperbaiki dan lantas disikapi sebagai skala prioritas. Pasalnya, perencanaan pembangunan keluarga dapat tertata rapi dengan adanya pendataan yang baik. ‘’Karena penting, pendataan dilakukan secara face-to-face dan mendatangai tiap rumah,’’ jelasnya.

Kaji Mbing sekeluarga menjadi sasaran pertama yang didata. Mulai KK, KTP, sampai buku nikah disodorkan ke petugas pendata dari dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan anak (DP2KBP2A) yang mendatangi rumah dinasnya. ‘’Masyarakat mesti berpartisipasi, karena (kebijakan) mana saja nanti yang harus didahulukan itu bermula dari pendataan. Penting sekali untuk menentukan nasib semua,’’ tuturnya.

Keluarga Wakil Bupati (Wabup) Hari Wuryanto juga berpartisipasi dalam pendataan tersebut. Pun, dia berharap masyarakat ikut menyukseskan dengan memberikan data yang tepat dan akurat. ‘’Hasil pendataan ini sangat membantu Kabupaten Madiun dalam perencanaan dan menentukan program kerja maupun pembangunan untuk lima tahun ke depan,’’ ungkapnya.

Hariwur -sapaan Hari Wuryanto- juga menekankan bahwa pendataan harus betul-betul dilakukan secara maksimal. Petugas diminta serius dalam menghimpun data. Selain itu, sebisa mungkin menghindari kesalahan. ‘’Petugas pendataan juga harus sabar, mengingat warga Kabupaten Madiun yang heterogen,’’ pesannya.

Kepala DP2KBP2A Siti Zubaedah mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya untuk memaksimalkan pendataan. Urusan teknis mulai pembekalan petugas pendataan sampai filter khusus saat ada kejanggalan data yang terinput sudah dipersiapkan. Termasuk soal protokol kesehatan petugas pendataan lantaran masih dalam masa pandemi Covid-19. ‘’Petugas sudah dibekali secara berkala untuk pelaksanaan teknis. Termasuk agar data benar-benar riil dan memenuhi unsur konkret, komplet, correct, valid, dan relevan,’’ terang Siti.

Siti menambahkan, pendataan juga untuk mengevaluasi hal terkait keluarga tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebutkan beberapa aspek yang dapat memanfaatkan hasil pendataan tersebut. Mulai pembangunan keluarga, masalah stunting, keluarga berencana (KB), kependudukan, hingga untuk indeks pembangunan berwawasan kependudukan (IPBK). ‘’Dalam pendataan ini semua berbasis digital,’’ ujarnya sembari menyebut pelaksanaan pendataan keluarga dimulai 1 April sampai 31 Mei. (den/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button