Ngawi

Bupati Kanang Kembali Merombak Susunan Kabinetnya

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono kembali merombak susunan kabinetnya. Bupati yang bakal pensiun Februari 2021 itu mengakui beberapa pejabat eselon II dan III kurang cocok menduduki jabatannya.

Proses mutasi pejabat kali ini terbilang tidak biasa. Sebab, awal Agustus lalu Kanang sudah menarik gerbong mutasi besar-besaran. Bahkan, sejumlah pejabat yang kala itu menempati pos baru ikut masuk dalam daftar yang dirotasi.

‘’Sebenarnya itu bagian dari bentuk evaluasi. Posisi yang sekarang ini saya kira lebih tepat untuk mereka,’’ ujar Kanang usai melantik 25 pejabat eselon II dan III Rabu (9/10).

Pascamutasi pejabat kali ini, ada perubahan posisi jabatan eselon II yang kosong. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah (Setda) Ngawi kini diisi Mas’ud. Sedangkan posisi sebelumnya yakni asisten perekonomian dan pembangunan digantikan Didik Darmawan. Sementara, Yulianto Kusprasetyo yang sebelumnya menjabat kepala badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP) menggantikan pos yang ditinggalkan Didik yaitu inspektur Inspektorat Ngawi.

Jabatan eselon II yang kosong saat ini adalah kepala BKPP, kepala dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora), kepala dinas koperasi usaha mikro kecil dan menengah (dinkop UMKM), serta kepala dinas pangan dan perikanan.

Kanang menjelaskan, mutasi pejabat itu dilakukan untuk mengejar percepatan pembangunan yang dijanjikannya kepada masyarakat. Dia menyadari bahwa waktu untuk merealisasikan visi misinya tersisa tahun depan. Meski masih dimungkinkan terlibat dalam perencanaan pembangunan di Ngawi 2021, namun tidak ikut melaksanakannya.

‘’Makanya, semua (jabatan) harus terisi, harus setel dengan perencanaan. Ini sudah injury time,’’ tegasnya. Dia berharap awal tahun depan semua pejabat sudah siap action pada posisi masing-masing. Tidak ada yang masih ’’tolah-toleh’’.

Kanang tidak menampik masih ada sejumlah jabatan eselon II yang hingga saat ini masih kosong. Dia mengaku tidak dapat melakukan pengisian sebelum ada proses assessment. ‘’Target saya Januari nanti (jabatan eselon II yang kosong) sudah terisi semua,’’ katanya.

Selain butuh waktu untuk menggelar seleksi terbuka, menurut Kanang, Januari merupakan waktu yang tepat karena bertepatan dengan awal tahun anggaran. Pun, berdasarkan ketentuan, kepala daerah tidak dapat memutasi pejabatnya maksimal enam bulan sebelum pilkada. ‘’Kami pastikan nanti sudah definitif semuanya,’’ pungkas Kanang. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button