Ponorogo

Bupati Ipong Koordinasikan Mutasi Tiga PNS Wamena

‘’Pertimbangan utama bagi saya adalah kemanusiaan.’’ IPONG MUCHLISSONI, Bupati Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Aspek kemanusiaan menjadi pertimbangan utama menerima kepulangan pengungsi dari Wamena, Jayawijaya, Papua. Bahkan, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyatakan siap menerima tiga PNS dari 22 pengungsi untuk berpindah tugas ke pemkab Ponorogo. ‘’Pertimbangan utama bagi saya adalah kemanusiaan,’’ ujar Ipong.

Secara bertahap sejak akhir bulan lalu, ada 22 warga pulang kampung ke Ponorogo. Dinsos PPPA mencatat, sebenarnya ada 24 warga Bumi Reyog yang mengungsi dari tanah Papua. Namun, dua di antaranya memilih ke Lumajang. Dari 22 pengungsi yang sudah kembali ke Ponorogo, 18 di antaranya kehilangan mata pencaharian. Empat di antaranya masih anak-anak. Sebagian besar pulang tanpa bekal. Harta benda tertinggal. Pun, masih dilanda trauma. ‘’Dari aspek keamanan, pemerintah sudah memberikan jaminan. Tapi, para pengungsi ini trauma dan tidak ingin kembali ke sana,’’ jelasnya.

Ipong menyebut, ada mekanisme dan aturan dalam memutasi PNS. Pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan Pemkab Jayawijaya perihal rencana mutasi tersebut. Mutasi juga harus melibatkan pemerintah pusat. Soal itu, Ipong optimistis mendapatkan restu. Sebab, menurut dia, pertimbangan mutasi lebih bergantung pada pemerintah daerah. ‘’Kebijakan pemerintah biasanya tergantung daerah asal dan daerah yang dituju. Kalau kami terima, dan daerah asal setuju melepas, pasti disetujui,’’ ujarnya.

Kepala Dinsos PPPA Ponorogo Supriyadi sudah berkoordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Termasuk dengan badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan daerah (BKPPD) yang berwenang menangani urusan mutasi kepegawaian. ‘’Perpindahannya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Tapi kami sudah koordinasikan,’’ tegasnya. (naz/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button