Ponorogo

Bupati Ipong Angankan Normal Baru 1 Juli

Sektor Ekonomi Mulai Membaik

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Uji coba kenormalan baru di Ponorogo terus dievaluasi. Satgas penanggulangan Covid-19 daerah setempat mencermati masyarakat dalam mematuhi protokol pencegahan korona.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni berangan-angan normal baru betul-betul diterapkan bertahap per awal Juli nanti. ‘’Kalau melihat perkembangan di Ponorogo, 1 Juli bisa dimulai di beberapa sektor,’’ katanya Senin (29/6).

Salah satu acuannya, hasil rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan lalu. Kala itu, melalui rapat telekonferensi, Jokowi memberi sejumlah arahan seluruh kepala daerah di Jatim. ‘’Normal baru diinstruksikan dilaksanakan bertahap. Per sektor, menurut kebijakan kepala daerah,’’ jelasnya.

Saat ini, lanjut Ipong, sejumlah sektor memang sudah berangsur pulih. Sektor ekonomi, misalnya, pendapatan pelaku usaha kuliner mulai membaik. ‘’Secara fakta ada yang sudah jalan, itu lebih baik dinormalkan. Contoh warung, pasar, pedagang kaki lima, walaupun belum normal baru, tapi mereka seperti sudah normal,’’ sebutnya.

Namun, satgas tidak ingin gegabah memutuskan kebijakan. Penerapan uji coba normal baru adalah upaya membiasakan masyarakat terhadap tatanan hidup yang baru. Seperti rajin cuci tangan, selalu mengenakan masker, dan menjaga jarak dengan orang lain. Pun, status zona perlu ditingkatkan dari kuning jadi hijau. ‘’Ini butuh kesadaran masyarakat, untuk lebih disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19,’’ ucap bupati. (naz/c1/sat)

Pendapatan Pedagang Perlahan-lahan Naik

AKTIVITAS perdagangan di Pasar Legi Relokasi berangsur pulih di tengah pandemi Covid-19. Pasar tradisional terbesar di Ponorogo ini jadi salah satu titik uji coba normal baru. Paguyuban pedagang setempat mencatat mulai ada kenaikan pendapatan. ‘’Belum kembali normal, tapi sudah lebih baik,’’ kata Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Legi Relokasi Shenkli Fauzi Senin (29/6).

Ada sekitar 1.000 pedagang di pasar ini. Juga ada ratusan orang yang menggantungkan hidup dari aktivitas di pasar tersebut. Menurut Fauzi, pendapatan para pedagang sempat merosot drastis pada awal pandemi. ‘’Ada perbaikan pendapatan, sekitar 20-30 persen,’’ ujarnya.

Kondisi itu juga dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya, momen tertentu. Belanja masyarakat relatif minim menjelang Hari Raya Idul Adha. Para pedagang menyebutnyua wulan sela. Lantaran tidak banyak masyarakat menggelar hajatan. Selain memang masih pandemi. ‘’Umumnya memang relatif lebih sepi,’’ sebutnya.

Saat ini, aktivitas keluar-masuk komoditas sudah lebih lancar dibanding awal pandemi. Sayur-mayur dari Magetan sudah mulai masuk Pasar Legi Relokasi. Sebaliknya, distribusi komoditas Ponorogo ke luar daerah juga mulai berjalan. ‘’Stok komoditas, terutama kebutuhan harian, sudah lebih baik. Termasuk ketersediaan sayur-mayur,’’ kata Fauzi sembari menyebut seluruh pedagang dan pembeli di Pasar Legi Relokasi diwajibkan mematuhi protokol pencegahan Covid-19. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button