Advertorial

Bupati Indartato Janji Tuntaskan Program Berkualitas di Masa Pemungkas

Tak Ingin Rakyat Sengsara, Suka Blusukan Desa

2020 menjadi tahun istimewa dan luar biasa bagi Bupati Indartato. Di masa pemungkasnya menakhodai Pacitan, banyak suka duka yang telah dilewatinya. Pandemi korona yang melanda sejak bulan ketiga sampai sekarang memberikan banyak pelajaran berharga.
…………
INDARTATO paling tak bisa melihat rakyat sengsara. Perasaan itu mewarnai hari-harinya selama membersamai warga melawan virus tak kasatmata yang mendunia itu. Korona menggetarkan keseimbangan seluruh sendi perekonomian. Hal itu menjadi ujian terberatnya selama memimpin Pacitan. ‘’Covid-19 mengharuskan kami membuat kebijakan-kebijakan tertentu yang tak jarang berdampak buruk terhadap perekonomian warga,’’ ujarnya.
Longsor yang melanda Gembuk, Kebonagung, hingga menghilangkan sebagian rumah dan fasilitas umum juga cukup menyayat hati. Bagi Indartato, derita masyarakat tak beda deritanya sendiri. ‘’Saya kalau lihat masyarakat terkena musibah itu sedih sekali. Bagaimana ekonomi mereka ke depan. Bagaimana makannya, pendidikannya, dan sebagainya,’’ ucapnya.


Selama menjadi bupati tentu saja tak selalu merasa berduka. Suami Luki Tri Baskoro Wati itu pun kerap merasakan sukacita. Tilik warga menjadi program yang sangat digemarinya. Dekat dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat pedesaan menjadi penawar letih baginya. Konsistensinya blusukan ke desa-desa ini cukup dikenal hingga nasional. ‘’Karena sudah kita niati. Baik suka maupun duka selalu lapang dada karena kita ingin berbuat yang terbaik untuk Pacitan,’’ jelasnya.


Indartato paham, menjadi bupati bukan berarti harus kerja sendiri. Sebaliknya, serangkaian kebijakan mesti dirembuk secara apik bersama para pemangku kepentingan. Mulai organisasi perangkat daerah hingga kapolres dan dandim. ‘’Saya selalu optimistis setiap usaha yang dijalani dengan sepenuh hati pastilah menuai buah manisnya. Banyak penghargaan yang didapatkan itu hasil kerja bareng kita semua. Semoga sinergitas seperti ini senantiasa terjaga di Pacitan,’’ tuturnya.


Indartato enggan berpangku tangan di tiga bulan akhir di tahun depan. Di sisa masa jabatannya, dia justru ingin merealisasikan janji-janjinya yang masih tertunda. Menggencarkan pencegahan dan penanganan korona hingga mengentaskan dampak yang disebabkannya. Menjaga program-program berkualitas di masa pemungkas. ‘’Kita tetap serius dalam bekerja. Walaupun tinggal tiga bulan, kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin, bukan kendur,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button