Ponorogo

Bupati Dukung Wacana Pengembangan Gua Lawa

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kekayaan arkeologi di Gua Lawa tidak boleh disia-siakan. Kalangan peneliti bahkan menyebut berbagai temuan dari gua di Desa/Kecamatan Sampung itu punya nilai sejarah yang tinggi. Bukan tak mungkin menjelma menjadi destinasi wisata edukasi seperti Museum Trinil di Ngawi. Dukungan datang tak hanya dari kalangan periset, namun juga orang nomor satu di Ponorogo. ‘’Kita dukung itu (untuk mengembangkan Gua Lawa menjadi destinasi wisata edukasi, Red),’’ kata Bupati Ipong Muchlissoni.

Dukungan Ipong tak lepas dari temuan-temuan yang didapat tim ekskavasi dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) Kemendikbud. Mereka melakukan ekskavasi di salah satu situs prasejarah tertua di Bumi Reyog itu selama 16 hari. Sejumlah artefak berusia ribuan tahun didapat selama melakukan penggalian. Ipong menyatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan ekskavasi yang dilakukan peneliti di Gua Lawa. ‘’Apa yang kira-kira dibutuhkan oleh para arkeolog itu, kita akan dukung,’’ ujarnya.

Koordinator Periset Puslit Arkenas Kemendikbud Djatmiko sempat mengatakan bahwa Gua Lawa layak dijadikan museum. Pasalnya, sudah banyak temuan yang digali dari gua tersebut yang kini disimpan di Balai Arkeologi Nasional. Kelak, berbagai temuan itu bisa dipindah ke museum baru untuk dipelajari di Sampung. ‘’Termasuk temuan penting yang sekarang disimpan di Museum Leiden, Belanda,’’ katanya.

Ekskavasi di Gua Lawa, lanjut Djatmiko, sudah dilakukan sejak sebelum Indonesia merdeka. Yang menggawangi ekskavasi kala itu adalah dua periset asal Belanda L.J.C. van Es dan P.V. van Stein. Ekskavasi pertama dilakukan tim L.J.C. van Es sekitar 1920-an. Pada 1926, berbagai artefak termasuk kerangka manusia purba diboyong ke Leiden. Ekskavasi dilanjutkan P.V. van Stein selama 1928 hingga 1931. Mereka menggali sedalam 14 meter selama tiga tahun. ‘’Semua temuan penting itu sebenarnya bisa dipulangkan lewat diplomasi. Itu semua aset arkeologi yang sangat penting untuk Ponorogo dan Indonesia,’’ beber Djatmiko. (dil/c1/naz)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button