Madiun

Bundaran Dipugar, Patung PDAM Diganti Lebih Besar

KEPALA PATAH SAAT DIPINDAH

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada yang hilang saat melewati pertigaan Jalan Mayjend Sungkono. Di timur Jembatan Branjangan depan SPBU itu, tak terlihat lagi dua orang memegang pipa dengan air mengalir di sekitarnya.

Hilangnya ikon yang telah berdiri sepuluh tahun terakhir itu bukan dicuri atau roboh. Namun, sengaja dipindah sejak sepuluh hari lalu. ‘’Memang kami bongkar. Patungnya kami pindah ke kantor PDAM Ngoro,’’ kata Direktur Utama PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun Bambang Irianto.

Ikon di pintu masuk kota sisi barat itu bakal digantikan yang baru. Namun, Bambang menyesalkan kepala patung berbentuk orang itu patah saat proses pemindahan. Dia memastikan bakal melakukan perbaikan. ‘’Untuk patung lama belum ada rencana mau dipasang di mana, masih disimpan saja,’’ ujarnya.

Instruksi wali kota, ikon legendaris itu bakal diganti dengan yang lebih kokoh dan megah. Berupa keran air raksasa yang menghadap ke barat. Keran raksasa itu dibuat dengan desain seolah-olah menggantung. Tingginya sekitar 2,7 meter di atas permukaan tanah. ‘’Kalau masuknya ke dalam itu sekitar satu meter. Total ketinggiannya sekitar empat meter,’’ sambungnya.

Bambang memastikan, perubahan itu tidak mengubah ikon khas PDAM dengan air yang terus mengalir. Melambangkan tercukupinya kebutuhan air bersih. Pun melambangkan kesejahteraan masyarakat kota setempat. Bangunan bundarannya juga sedikit diperbesar sekitar setengah meter. Bundaran segienam dengan diameter luar sekitar tiga meter itu didesain berlapis. Lapis pertama rencananya ditanami bugenvil mempertegas ikon sejuta bunga. Lapis dalamnya, tetap berisi air yang mengalir dari keran raksasa. Biaya pembangunannya di-support corporate social responsibility (CSR) Bank Bukopin Cabang Madiun sebesar Rp 50 juta. (kid/c1/fin) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button