Ngawi

Bumil Negatif, 3 Lainnya Tunggu Hasil Swab

Bupati Kanang Pastikan Biaya Perawatan Di-Cover Pemerintah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Masih ingat seorang ibu hamil (bumil) yang sempat diduga positif Covid-19? Hasil pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, perempuan asal Desa Sriwedari, Karanganyar, itu dinyatakan negatif korona. Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono mengatakan, pasien yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi RSUD dr Soeroto tersebut sudah diperbolehkan pulang. Namun, pihak rumah sakit tetap menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. ‘’Kondisi ibu maupun bayinya sehat,’’ ujar Kanang Selasa (14/4).

Pasien dalam pengawasan (PDP) nomor 8 tersebut dirawat di RSUD Soeroto sejak 7 April lalu. Itu setelah ditemukan bintik merah pada tubuhnya yang dicurigai tanda Covid-19. Pun, hasil rapid test menunjukkan hasil positif. Pihak rumah sakit lantas mengambil swab PCR untuk dikirim ke BBTKLPP Surabaya. Namun, hasil rapid test kedua pada 9 April lalu negatif.

Kanang menuturkan, saat ini ada tiga pasien yang masih menunggu hasil swab PCR BBTKLPP Surabaya. Pasien nomor 9 asal Kecamatan Kedunggalar masih dirawat di RSUD dr Soedono, Madiun. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 34 tahun tersebut diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. ‘’Yang bersangkutan dinyatakan PDP setelah melakukan general check-up di RSUD Soedono,’’ ungkapnya.

PDP nomor 10 asal Kecamatan Widodaren, lanjut Kanang, juga masih dirawat di RSUD Soedono sejak 9 April lalu. Pun, hasil rapid test pasien ber-KTP Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, itu diketahui positif dan kini menunggu hasil swab BBTKLPP Surabaya. ‘’Tiga orang anggota keluarga pasien dan 11 tenaga medis yang menangani juga sudah diperiksa. Hasilnya, semua negatif,’’ beber Kanang.

Sedangkan PDP nomor 11 asal Kecamatan Jogorogo, masih dirawat di RSUD Soeroto. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 30 tahun itu merupakan pekerja swasta di Bali. Yang bersangkutan ditemukan pingsan di rumah kosnya, lalu pihak keluarga memutuskan menjemput pulang ke Ngawi menggunakan mobil ambulans. ‘’Dari hasil rapid test negatif. Kemarin sudah diambil swab untuk dikirim ke BBTKLPP Surabaya. Tinggal menunggu hasilnya,’’ ujarnya.

Kanang juga menegaskan bahwa pemkab telah melakukan tracing terhadap semua anggota keluarga PDP tersebut maupun orang lain yang pernah kontak. ‘’Selama tidak di-cover BPJS, biaya perawatan pasien jadi tanggungan pemerintah, karena situasinya sudah darurat,’’ tuturnya.

Ditanya soal aturan wajib bermasker di wilayah Ngawi, Kanang menyatakan kesadaran warga mengenakan masker saat keluar rumah sekarang mulai tumbuh. ‘’Kalau ada yang nekat, kami suruh kembali,’’ tegas Kanang sembari menyebut hari ini mulai dilaksanakan sosialisasi dan pembagian masker di tingkat desa.

Dalam waktu dekat pemkab juga bakal mengeluarkan edaran baru. Yakni, semua masjid yang berlokasi di jalan raya, terutama jalur provinsi dan nasional, diminta tidak digunakan untuk salat berjamaah. Sebab, dikhawatirkan ada musafir yang carrier Covid-19 sehingga berpotensi menularkan kepada jamaah lain di masjid setempat. ‘’Kami sudah urus izinnya ke MUI. Ini sedang kami proses surat edarannya,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close