Madiun

Bulog Madiun Siap Tak Digandeng Lagi

Berkaca Temuan Penyaluran Beras Tak Layak Konsumsi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Bulog Wilayah IV Madiun mengamini ada supplier yang mengambil beras dari tempat lain. Hal tersebut diklaim tidak melanggar ketentuan dalam penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT). ‘’Bulog bukan pihak yang secara langsung menyalurkan. Beras bantuan itu tidak seluruhnya dari kami,’’ kata Kepala Cabang Bulog Wilayah IV Madiun Ahmad Mustari Kamis (9/7).

Pihaknya menunjuk supplier sebagai penyalur BPNT Februari lalu. Penunjukan 15 supplier sudah sesuai kesepakatan dan saran. Masing-masing meng-cover satu kecamatan. ‘’Pada awal penyaluran, seluruh supplier bekerja dengan baik,’’ klaimnya.

Perihal temuan beras BPNT yang berkutu dan apek, Mustari menyebut masalah itu sudah selesai. Beras tidak layak konsumsi sudah diganti. Lembaganya pasrah bila tidak digandeng dalam penyaluran bantuan periode berikutnya. ‘’Karena ada masalah ini, ke depan mau pakai Bulog atau tidak, kami siap (menerima),’’ terangnya.

Suwito, salah seorang supplier, mengatakan bahwa beras yang diambil dari Bulog dipoles lebih dulu. Sebelum akhirnya disalurkan ke ewarung. Dari jumlah 50 kilogram per karung, diganti karung ukuran 15 kilogram sesuai paket yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM). Harga mengambil dari Bulog Rp 8.100 per kilogram. ‘’Beras yang masuk e-warung Rp 9.000,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close