Ponorogo

Bukit Tugunongko Longsor

Ancam Keselamatan Enam Rumah dan 16 Jiwa Warga

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bencana tanah gerak terus menghantui warga Desa Tugurejo, Slahung. Terkini, longsor melanda Dukuh Tugunongko, desa setempat, Rabu sore (4/3). Akibatnya, keselamatan enam kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar lokasi terancam. ‘’Semua mengungsi,’’ kata Miskun, warga setempat, Kamis (5/3).

Di dukuh ini terdapat enam rumah yang dihuni enam KK dengan total 16 jiwa. Lokasi permukiman ini berjarak sekitar 100 meter di bawah bukit. ‘’Hujan deras sampai sore. Tiba-tiba ada suara gemuruh keras. Saya lihat, tanah turun pelan-pelan,’’ ungkapnya.

Hingga pukul 17.00, tanah terus bergerak turun disertai air. Pepohonan pinus milik Perhutani bertumbangan dan tertimbun material longsoran. ‘’Ini longsor yang paling parah. Sebelumnya sudah pernah beberapa kali terjadi,’’ sebutnya.

Menurut Miskun, longsor di bukit yang sama terjadi 2019 lalu. Warga kala itu terkejut melihat tanah yang retak-retak. Sebagian pepohonan juga tumbang. Akibat kejadian itu, seluruh warga mengungsi. ‘’Ada yang ke saudara atau tetangga. Yang penting tempatnya lebih aman,’’ ujarnya.

Andriana, warga setempat lainnya, sempat panik saat longsor terjadi. Suara gemuruh begitu keras. Dia menyaksikan pepohonan tumbang ditelan longsoran menuju rumahnya. Dia pun langsung mengajak keluarganya mengungsi ke rumah tetangga yang lebih jauh. ‘’Longsor paling besar terjadi pukul 17.00. Tanah langsung turun sampai ke arah rumah-rumah. Jaraknya hanya seratus meter,’’ ujarnya.

Kades Tugurejo Siswanto tidak berani memastikan sampai kapan 16 warganya itu harus mengungsi. Sebab, longsor susulan masih mungkin terjadi. Pasalnya, material di bukit dimungkinkan masih bergerak jika diguyur hujan. ‘’Sejak seminggu ini kondisinya memang mengkhawatirkan. Untuk antisipasi, warga lebih baik mengungsi dulu,’’ imbaunya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button