Madiun

Bukan Kota Transit, Stok Hewan Tak Sulit

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jelang hari raya kurban, pedagang hewan diperingatkan agar tetap menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Dalam aktivitas di pasar hewan, penerapan protokol kesehatan ini tentu tidaklah mudah.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono merasa prihatin dengan perilaku masyarakat akhir-akhir ini. Sebab, masa new normal disalahartikan boleh melakukan aktivitas sebebas-bebasnya. ‘’Seolah menganggap sedang tidak terjadi apa-apa. Padahal situasi ini belum normal kembali,’’ katanya.

Gaguk meminta setiap pedagang hewan ternak tak asal berjualan. Harus izin terlebih dahulu kepada setiap pengelola pasar setempat. Bagaimanapun, hewan ternak cenderung kotor dan menuntut penjualnya harus rajin membersihkan area tempatnya berjualan. ‘’Semuanya kami kembalikan pada masyarakat di lingkungan setempat. Jika sampai ada laporan atau keluhan, kami tak segan menindak,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Muntoro Danardono mengatakan, pemberhentian operasi pasar hewan beberapa waktu terakhir tidak memengaruhi ketersediaan stok hewan kurban. ‘’Kota ini hanya transit. Kontribusinya tidak signifikan dalam menyediakan kebutuhan hewan kurban,’’ jelasnya.

Kelak, pemkot bakal melakukan pemeriksaan hewan kurban secara berkala. Mulai saat penjualan hingga selepas penyembelihan. Lapak-lapak pedagang juga bakal dicek kebersihannya. ‘’Kami akan libatkan dokter hewan,’’ katanya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close