Magetan

Bukan Kerja Kantoran, Hanyffatun Nurjanah Raup Belasan Juta Per Bulan

BAGI pengusaha, merdeka adalah mampu menjual produk hasil buatannya sendiri. Bukan menjual produk bikinan orang lain. Hal itu menginspirasi Hanyffatun Nurjanah dalam berbisnis hijab syar’i. Produknya dinamai Zaima.id. Darinya, dara kelahiran Magetan, 1996 silam, itu sudah meraup untung belasan juta per bulan. ‘’Banyak pembeli rela membayar ongkos kirim lebih mahal daripada harga hijabnya. Kalau orang memang suka dengan produknya, mereka akan rela sampai seperti itu,’’ kata warga Takeran, Magetan, tersebut.

Hany memulai berbisnis sejak 2013. Alumni Agribisnis Universitas Brawijaya Malang itu pertama kali berjualan wall sticker lewat online shop. Online shop-nya merambah penjualan produk medis yang bisnisnya dirintis kakaknya. Dagangan semakin variatif setelah dia juga menjual jam tangan. ‘’Selama merintis, banyak dapat masukan. Termasuk mengenai produk yang akan dijual,’’ kisahnya.

Memasuki 2016, online shop Hany mulai menjual salah satu produk hijab. Dia bertindak sebagai reseller. Hany sempat kecewa lantaran produk yang hendak dia jual kembali tak sesuai harapan. ‘’Saat itu saya bilang ke orang tua, setelah lulus nanti tidak ingin kerja kantoran. Dan ingin menyeriusi bisnis,’’ terangnya.

Mendapat lampu hijau dari orang tua, Hany pun merambah berbagai produk lain seperti sarung tangan hingga masker. Lantas suatu ketika, tebersit di benak Hany untuk menjual hijab bikinan sendiri. Sempat meminta bantuan orang lain untuk menjahit, hasilnya tak sesuai harapan. Dia lantas memilih les menjahit selepas kuliah. Modal pertama untuk merintis bisnis hijab kreasinya hanya Rp 700 ribu. ‘’Modal itu pinjam dari Ibu. Di awal, ternyata tidak mudah. Sebulan pernah tidak laku sama sekali,’’ kenangnya.

Hany tak menyerah. Dia telateni bisnis kecilnya sampai akhirnya mulai dikenal masyarakat. Untuk menjaga kualitas produknya, Hany rela membeli kain sendiri dari Solo. Lewat kegigihan dan konsistensi itu, online shop Zaima.id miliknya mulai ramai. Pembeli tak hanya dari eks karesidenan. Bahkan sampai Papua, Hong Kong, Malaysia, dan Taiwan. Kini, Hany punya pegawai. Seminggu dia mampu menghasilkan ratusan produk hijab. ‘’Karena sampai saat ini masih sulit mencari hijab syar’i yang memang bagus dan ukurannya besar,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close