Magetan

Buka-Tutup Sarangan, Pemkab Dinilai Tak Konsisten

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Buka-tutupnya Telaga Sarangan ketika muncul kasus positif Covid-19 dikritik pelaku wisata penginapan. Perubahan itu dinilai membuat wisatawan ragu untuk berkunjung. ‘’Pemkab Magetan tidak konsisten,’’ kata Irfan Dwi Chandra, salah seorang pemilik hotel, Selasa (21/7).

Menurut dia, pemkab seharusnya tidak perlu menutup wisata. Pasalnya, tempat tinggal pasien positif itu jauh dari kawasan wisata. Pemkab cukup mengevakuasinya dari lingkungan tempat tinggalnya. Saat ini, kata Irfan, okupansi hotel masih belum pulih betul pasca di-lockdown.

Tidak sampai 50 orang yang menginap dalam sepekan di masa uji coba ini. Kondisi tersebut membuatnya belum bisa mempekerjakan seluruh karyawan. ‘’Saat ini suasananya masih sama seperti ketika di-lockdown,’’ sebutnya.

Irfan juga mempertanyakan pencanangan wisata tangguh. Program itu dinilai tidak efektif. Pemerintah terkesan tidak mau tahu atas dampak buka-tutup wisata. Keputusan menutup dalam jangka panjang atau pendek tanpa ada perencanaan dan pertimbangan. Juga tidak mengajak bicara para pelaku wisata. ‘’Kalau mendadak lagi (penutupan), saya tetap akan buka dan menerima  tamu,’’ sergahnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Magetan Saif Muchlissun menyebut, pembukaan Sarangan menindaklanjuti keluhan pelaku wisata. ‘’Kondisi Telaga Sarangan juga aman untuk didatangi wisatawan,’’ katanya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close