Pacitan

Budi ’’Lawu’’ Suranto, Kennel Boy VH Surf Camp Pancer Door

Kata-kata berbahasa Inggris sering dilontarkan laki-laki ini. Bukan untuk berkomunikasi dengan bule, melainkan kepada anjing. Baginya, anjing bukan sekadar hewan peliharaan, tapi partner.

————–

DENI KURNIAWAN, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

SILUET pria dan seekor anjing menghiasi temaram senja di Pantai Pancer Door. Pria bertopi bucket hat itu memberi aba-aba. Si anjing merespons. Mulai menggonggong, duduk terdiam, sampai berdiri dengan dua kaki belakangnya. ‘’Saya Budi Suranto. kennel boy di VH Surf Camp Pancer Door,’’ sapa laki-laki itu memperkenalkan diri.

Langit semakin gelap. Budi bersama anjingnya beranjak meninggalkan pantai. Latihan dasar kepatuhan hari itu disudahi. Berjalan beriringan di pasir. Jejak sepatu boot pria berapron hitam dan anjing golden retriever cokelat itu tertinggal. Sebelum sampai di salah satu vila kawasan Pantai Pancer Door, si anjing belok arah menuju sebuah patok bambu. ‘’Itu toilet Crayon (nama si anjing, Red),’’ sebut Budi.

Setelah sampai di halaman vila, kedatangan Budi dan Crayon disambut gonggongan dua anjing lainnya. Crayon lantas dikaitkan ke sebuah tiang. Tak lama kemudian, ketiga anjing menggonggong bersamaan tatkala Budi keluar membawa makanan. Tiap anjing diberi mangkuk sendiri-sendiri. ‘’Pray, pray,’’ pinta Budi sambil meletakkan mangkuk. Tiga anjing membelalak ke arah pria 45 tahun itu. ‘’Aamiin’’ sambungnya dengan sekali tepukan tangan. Sembari mengibaskan ekor, ketiga anjing makan dengan lahap.

Dua tahun sudah Budi menekuni profesi itu. Namun, dia sudah mengakrabi anjing sejak 2003. Sebagai seorang relawan di Gunung Lawu, dia kepincut saat melihat keistimewaan anjing SAR. ‘’Saya dulu lama ngurus guide dog di Lawu. Namanya Black Kintamani, sekarang dihibahkan ke petani sekitar untuk memberi tanda kalau ada binatang buas,’’ terang pria kelahiran Solo dengan nama beken Budi Lawu itu.

Budi kian memahami hewan tersebut memiliki keahlian khusus. Dia lantas menyelami lebih dalam seputar anjing untuk jadi kennel boy. Berbagai seminar tentang kepelatihan anjing diikutinya di sejumlah daerah. Sampai saat ini, tak kurang dari 50 ekor anjing telah diberi latihan kepatuhan dasar. ‘’Kadang anjing dititipkan ke saya. Ada juga pemilik yang minta diajari, cukup dua sampai tiga kali pertemuan,’’ jelasnya.

Berbagai macam karakter anjing sudah ditemui Budi. Mulai yang mudah sampai yang susah dilatih. Deretan kata seperti sit, down, come, dan stay paling sering diucapkan saat melatih anjing. Rata-rata butuh waktu sampai tiga bulan agar anjing bisa merespons kata-kata perintah tersebut. ‘’Harus suka binatang dulu kuncinya. Setelah itu telaten dan sabar mengajarkan sosialisasi dan kedisiplinan kepada anjing,’’ ungkapnya.

Selama menjalani profesinya, tak jarang Budi mendapati jenis anjing yang memiliki dominasi tinggi. Tidak tentu jenisnya. Dia  mesti ekstrasabar dengan anjing seperti ini. Namun, Budi tidak habis kesabaran. Ketegasan sesekali dia lakukan kepada anjing agar disiplin. ‘’Kalau sudah mulai nurut, anjing diberi reward berupa makanan atau snack. Tujuannya supaya dia paham dan hafal apa yang harus dikerjakan saat mendengar aba-aba,’’ paparnya.

Budi sedang bungah. Sekitar sepekan lalu, Crayon berkalung medali. Anjing jantan yang diasuh sejak dua tahun terakhir itu jadi juara I Madiun Pet Show 2019. Ini tolok ukur dari apa yang dilakukannya selama ini tidak sia-sia. ‘’Anjing itu punya keistimewaan. Penciuman dan pendengaran mereka lebih peka daripada manusia. Anjing lebih tepat disebut partner, bukan peliharaan,’’ pungkasnya.*** (sat/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close