News

Buatlah Contoh Perilaku Yang Menggambarkan Berani Dalam Membela Kebenaran

×

Buatlah Contoh Perilaku Yang Menggambarkan Berani Dalam Membela Kebenaran

Share this article

Buatlah Contoh Perilaku Yang Menggambarkan Berani Dalam Membela Kebenaran – Kode Etik dan PJS – Kode Etik dan PJS – Kode Etik dan PJS – 10 Kode Etik dan Perilaku Hakim di PHI – Kewajiban dan Larangan Hakim – Pembahasan Perkara

3 Tujuan Pembelajaran : Agar peserta/juri dapat lebih memahami etika profesi juri yang disebutkan dalam Pedoman Perilaku dan PJZ. Untuk menangani masalah keuangan syariah, mereka dapat memenuhi tugasnya semaksimal mungkin dan menghindari pelanggaran. Memberikan kepuasan karena dapat meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat pencari keadilan

Buatlah Contoh Perilaku Yang Menggambarkan Berani Dalam Membela Kebenaran

Suatu sistem norma, nilai, dan aturan profesi tertulis yang dengan jelas menyatakan apa yang baik dan benar, serta apa yang benar atau salah bagi para profesional. Pola aturan, prosedur, sinyal, pedoman etika yang harus diikuti. aktivitas atau pekerjaan

Contoh Cerpen Singkat Dan Menarik Berbagai Tema

5 Pedoman Keunggulan Etik Hakim Baik di PNS maupun di Luar PNS yang diatur dalam Keputusan Bersama KMA dan Presiden KY No. 047/KMA/SKB/IV/2009 – 02/SKB/P.KY / IV/2009 tanggal 8 Pedoman Perilaku dan PPH April 2009 (Pasal 1 Nomor 1 Perintah Bersama KMA dan Presiden KY No.047/KMA/SKB/IV/2009 – 02/SKB/P.KY/IV/2009 Tahun 8 April 2009 tentang Pedoman Perilaku dan PPH

KY Pasal 1 no. 1 dalam UU No. 22 Tahun 2004, Kode Etik dan/atau UU No. 18 Tahun 2011 tentang Kode Etik Hakim merupakan pedoman untuk menghormati dan menjaga kehormatan, martabat dan perilaku hakim. Untuk memenuhi kewajiban profesional dan hubungan sosial di luar bisnis

Ky No.047/KMA/2009 & 02/KY/2009 KEPPH Juncto MA Keputusan No.36 P/HUM/2011 tanggal 9 Februari 2012 Keputusan Bersama KMA dengan Ky No.02/PB/KMA/2012 & 02/PB/ KY /2012 PEPPH

● Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung di Surabaya merumuskan Pedoman Perilaku Hakim dengan memperhatikan asas-asas yang terkandung dalam Asas Perilaku Peradilan Bangalore. Prinsip Perilaku Peradilan Bangalore merupakan kode etik universal bagi hakim pada konferensi internasional yang diadakan di Bangalore pada tahun 2001.

Cara Menjaga Kebersamaan Dalam Keluarga Agar Semakin Harmonis

9 Prinsip Prinsip Bangalore yang disusun oleh hakim dari berbagai negara di dunia pada tahun 2002 sebagai standar kode etik hakim. Nilai 1: Kebebasan Berprinsip Kebebasan hukum merupakan syarat utama bagi supremasi hukum dan jaminan dasar atas keadilan. Tes. Oleh karena itu, hakim harus menjaga dan memberikan contoh independensi baik secara pribadi maupun institusi. Nilai 2: Kewajaran Kewajaran sangat penting untuk pengambilan keputusan perkara pengadilan yang benar. Hal ini tidak hanya berlaku pada putusan saja, tetapi juga pada proses penyelesaian perkara. Nilai 3: Integritas Integritas sangat penting dalam menjalankan fungsi seorang hakim, antara lain:

Baca Juga  Yel Yel Mos

Nilai 4 : Kesopanan Asas kesopanan dan penampilan yang sopan sangat penting dalam pelaksanaan segala aktivitas seorang hakim. Nilai 5: Kesetaraan Agar berfungsinya lembaga peradilan dengan baik, semua pihak harus mendapat perlakuan yang sama. Nilai 6: Keterampilan dan Ketekunan Keterampilan dan ketekunan merupakan syarat utama dalam menjalankan jabatan peradilan.

11 ● Kode Etik dan Perilaku Hakim (KEPPH) ditetapkan pada tahun 2009 dengan ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama SKB) No: 047/KMA/SKB/IV/2009 – No: 02/SKB/P.KY/. IV/2009 Pedoman Perilaku dan Pedoman Hakim oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) dan Ketua Komisi Yudisial (KY) tanggal 8 April 2009 dan mulai berlaku pada tanggal 8 April 2009. ● Pada tahun 2012, telah diterbitkan peraturan bersama antara Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Presiden Komisi Yudisial Republik Indonesia. 02/PB/MA/IX/2012 – 02/PB/P.KY/09/2012 tentang Pedoman Perilaku Hakim dan Pedoman Penerapan Pedoman Perilaku yang ditandatangani Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial pada bulan September 27.

OTT KPK v Wakil Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Utara

Bab 2 Berani Hidup Jujur Revisi

15 Topik informasi: Memahami dan memastikan bahwa kebijakan Mahkamah Agung, khususnya di bidang pengawasan dan pembinaan, dilaksanakan secara berkala dan konsisten oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya: Kode Etik dan PPH

Membaca tapi belum paham Cukup membaca tapi belum paham Aku dituntun karena aku takut akan keterbatasan Dipimpin adalah kebahagiaanku

Setiap hakim mempunyai hak – selama dia mempunyai kesempatan untuk menyenangkan….

Cenderung bahagia Sering tersenyum bebas Tenang Energik, dinamis dan antusias Mengetahui kelebihan diri Selalu ingin berusaha mempertahankannya Tidak mudah menyerah dan tidak mudah kecewa Tidak mudah iri pada orang lain Memiliki aktivitas yang disenangi (hobi dan kebiasaan)

Pengamalan Nilai Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari Hari

21 Menjadi tempat bernaung Tetap sehat lahir dan batin Orang lain ingin bahagia Ingin berbagi dengan sesama Selalu mensyukuri hidupnya Selalu belajar dari pengalaman negatif Tetapkan tujuan sesuai kemampuan, jika tidak tercapai maka belajarlah darinya

Independensi hakim dan pengadilan Asas praduga tak bersalah Menghormati profesi hakim dan pengadilan Transparansi Akuntabilitas Kebijaksanaan dan kerahasiaan Efektivitas dan efisiensi Perlakuan yang setara Kemitraan

Berperilaku adil 2. Berperilaku jujur ​​3. Berperilaku cerdas dan bijaksana 4. Berperilaku bebas 5. Memiliki integritas yang tinggi 6. Bertanggung jawab 7. Menjaga harga diri 8. Memiliki disiplin yang tinggi 9. Berperilaku sopan 10. Berperilaku profesional

1. Perlakuan adil didasarkan pada prinsip bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum, menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya dan memberikan haknya. Persyaratan keadilan yang paling mendasar adalah perlakuan yang sama dan kesempatan yang sama (kesetaraan dan keadilan) bagi semua. Oleh karena itu, seseorang yang menjalankan tugas atau profesi di bidang peradilan, yang bertanggung jawab atas terselenggaranya hukum yang adil dan benar, hendaknya selalu bertindak tidak memihak dan tidak membeda-bedakan masyarakat. Contoh Pelanggaran Larangan Tanggung Jawab

Baca Juga  Berikut Pernyataan Yang Benar Tentang Gambar Model Adalah

Mengapa Kita Harus Berani Membela Kebenaran Dan Kejujuran 2. Buatlah Buatlah Contoh Perilaku Yang

Hakim dilarang memberikan kesan bahwa pihak manapun yang terlibat dalam perkara atau kuasa hukumnya, termasuk jaksa dan saksi, mempunyai kedudukan khusus untuk mempengaruhi hakim yang bersangkutan. Pelecehan terhadap hakim atas dasar suka atau tidak suka, keberpihakan, prasangka atau kasta, jenis kelamin, agama, asal kebangsaan, perbedaan kemampuan fisik atau mental, usia atau status sosial ekonomi atau hubungan intim dalam melaksanakan tugas peradilannya adalah dilarang. . Baik dalam perkataan maupun perbuatan dengan pemohon atau pihak-pihak yang terlibat dalam proses peradilan. Hakim dilarang berperilaku, mengucapkan kata-kata atau melakukan tindakan lain yang dapat menimbulkan kesan pilih kasih, prasangka, ancaman atau keputusasaan terhadap para pihak atau kuasa hukumnya atau saksinya, dan standar perilaku yang sama hendaknya berlaku bagi pengacara, jaksa. Staf pengadilan atau pihak lain. yang berada di bawah arahan dan pengawasan hakim yang bersangkutan. Hakim dilarang memerintahkan/membiarkan pegawai pengadilan atau pihak lain mempengaruhi, mengarahkan atau mengendalikan jalannya perkara sehingga menimbulkan perselisihan dalam tingkah laku para pihak yang bersangkutan. Hakim tidak boleh berkomunikasi dengan para pihak di luar ruang sidang, kecuali hal itu dilakukan di gedung pengadilan demi kelancaran perkara, yang dilakukan secara terbuka di gedung pengadilan, diketahui para pihak dan tidak melanggar asas persamaan. perlakuan. dan keadilan.

Hakim terikat untuk melaksanakan kewajiban hukumnya dengan menjunjung asas praduga tak bersalah tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Hakim dituntut untuk bersikap netral baik di dalam maupun di luar pengadilan, serta menjaga dan memperkuat kepercayaan masyarakat dalam menegakkan keadilan. Hakim wajib menghindari hal-hal yang dapat membatalkan haknya untuk mengadili perkara yang bersangkutan. Dalam proses persidangan, hakim wajib mewajibkan semua pihak yang terlibat dalam persidangan untuk tidak menunjukkan suka atau tidak suka, pilih kasih, prasangka, ras, jenis kelamin, agama, asal negara, perbedaan kemampuan fisik atau mental, usia atau pelecehan. Berdasarkan status sosial ekonomi atau kedekatan hubungan dengan penggugat atau penggugat, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Hakim harus menjamin keadilan bagi semua pihak, bukan sekedar menghukum. Hakim harus menjamin adanya kesempatan yang sama bagi semua orang, terutama bagi para pencari keadilan atau kuasa hukumnya yang berkepentingan dengan proses hukum di pengadilan.

Baca Juga  Lagu Rock Dinyanyikan Dengan Irama Yang

Dalam persidangan hakim mengajukan pertanyaan dengan menggunakan kalimat, seperti: “Mengapa kamu mencuri?” “Di mana kamu mencurinya?” Hakim berkata di satu sisi, “Kasus Anda sulit dimenangkan!” (di dalam atau di luar pengadilan). Terpidana kasus Mbok Minah, pencurian susu untuk produk susu bayi. Mintalah bantuan kepada panitera atau staf pengadilan untuk menghubungi para pihak untuk tujuan tertentu.

2. Bertindak jujur. Berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Kejujuran mendorong terbentuknya kepribadian yang tangguh dan menumbuhkan kesadaran akan hakikat benar dan salah. Dengan demikian akan tercipta hubungan personal yang adil terhadap semua orang di pengadilan maupun di luar pengadilan. Contoh Pelanggaran Larangan Tanggung Jawab

Kumpulan Soal Usbn Pai Sma_aspek Akidah

Hakim tidak boleh meminta/menerima dan harus menahan diri untuk meminta atau menerima janji, hadiah, hibah, warisan, hadiah, penghargaan dan pinjaman atau keuntungan bagi pasangan hakim, orang tua, anak atau anggota keluarga lainnya: pengacara; jaksa; Seseorang diadili; Pihak lain yang mungkin kuat akan diadili; Suatu pihak yang mempunyai kepentingan baik langsung maupun tidak langsung terhadap suatu perkara yang sedang diadili atau mempunyai kemungkinan besar untuk diadili oleh hakim yang bersangkutan, yang patut diduga mempunyai maksud atau maksud untuk mempengaruhi hakim. Tugas peradilannya. Pengecualian terhadap hal ini adalah pemberian atau pemberian yang tidak bermaksud untuk mempengaruhi hakim dalam penafsiran atau pelaksanaan tugas peradilan, dengan memperhatikan segala keadaan (keadaan), yaitu. hadiah yang diterima dari saudara atau teman pada acara tertentu seperti pernikahan. , ulang tahun, hari libur. Upacara keagamaan, upacara adat, perpisahan atau peringatan lainnya menurut adat istiadat yang berlaku, yang nilainya tidak melebihi Rp (lima lakh rupee). Pemberian tersebut termasuk dalam pengertian pemberian yang disebut gratifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tipikor.

Hakim harus berperilaku jujur ​​(adil) dan menghindari tindakan yang menyinggung. Hakim harus berperilaku jujur ​​(adil) dan menghindari perbuatan salah

Buatlah contoh perilaku menghormati kedua orang tua, contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari hari, buatlah contoh perilaku jujur kepada diri sendiri, contoh partisipasi warga negara dalam membela negara, buatlah contoh surat lamaran pekerjaan yang baik, contoh perilaku tawakal dalam kehidupan sehari hari, buatlah contoh perilaku istiqamah dalam kehidupan sehari hari, buatlah contoh perilaku empati dalam kehidupan sehari hari, membela kebenaran, contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari hari, contoh perilaku adil dalam kehidupan sehari hari, contoh perilaku riya dalam kehidupan sehari hari