Madiun

Buang Sampah Sembarangan Denda Rp 5 Juta

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak hanya hijau tapi juga harus bersih. Begitulah konsep penataan wajah Kota Karismatik. Karena itu, jangan coba-coba buang sampah sembarangan. Sebab, jika terbukti terancam denda Rp 5 juta atau pidana kurungan paling lama tiga bulan. Sanksi itu diatur dalam pasal 11 Perda 8/2010 tentang Perubahan atas Perda Kota Madiun 4/2006 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

Itu bukti pemkot tidak main-main terkait lingkungan. Sayangnya, masih saja ada oknum yang membuang sampah sembarangan. Bahkan di sungai dan saluran air. ‘’Masalahnya kesadaran masyarakat masih kurang. Sehingga, harus terus ditumbuhkan kesadaran itu,’’ kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Aang Mahendra Budiono Kamis  (20/2).

Bertepatan momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh hari Jumat (21/2), Aang berharap kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin tinggi. Upaya itu bakal ditekankan pemerintah ke depan. Yakni, melalui Jumat Bersih yang diberlakukan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Madiun. ‘’Setiap Jumat kerja bakti bersama sebagaimana arahan wali kota,’’ ujarnya.

Tujuannya, menggugah kesadaran masyarakat. Diharapkan mereka turut serta dalam upaya tersebut. Pun dilakukan dalam rangka menuju Madiun Bebas Sampah (Mabes). ‘’HPSN sudah kami mulai pada kerja bakti di Sumber Umis beberapa waktu lalu, dan terus kami lakukan ke depan,’’ tuturnya.

Menurut dia, itu perlu dilakukan untuk mengatasi dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Khususnya, di sungai dan saluran air. Sampah menyumbat saluran, sehingga mengakibatkan banjir saat musim penghujan. ‘’Sampah plastik yang paling mengkhawatirkan,’’ ungkap Aang.

Apalagi produksi sampah di Kota Pendekar tembus 125 ton per hari dari 115 ton tahun sebelumnya. Mirisnya, 40 persennya merupakan sampah plastik yang selalu jadi biang keladi masalah lingkungan. Sebab, tidak dapat diurai. ‘’Masalah lingkungan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,’’ sebutnya.

Beberapa inovasi telah dilakukan pemerintah terkait pengelolaan sampah. Yakni, mengolah sampah jadi gas metan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Tak kurang dari 200-an penerima manfaat gas metan yang dikelola di TPA Winongo. ‘’Masyarakat sekitar merasakan manfaatnya,’’ ujarnya.

Inovasi lainnya, mengolah sampah plastik jadi bahan bakar alternatif. Pun sebagian dikelola jadi pupuk kompos. Serta dimanfaatkan untuk sauna. ‘’Kami ajak masyarakat aktif membuang sampah atau limbah di tempat pembuangan sampah,’’ imbaunya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close