Mejayan

BTT Rp 34,5 Terserap Separo

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Anggaran belanja tidak terduga (BTT) Kabupaten Madiun melesat berlipat hingga akhir tahun ini. Kenaikannya sampai Rp 34,5 miliar untuk tiga bulan ke depan. Pun telah terserap separo. ‘’Kenaikan anggaran BTT ini sudah sesuai regulasi,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Dalam APBD 2020, BTT Rp 2 miliar. Naik belasan kali lipat karena pandemi Covid-19. Kenaikan itu diungkap bupati dalam sidang paripurna DPRD membahas Rencana Perubahan APBD 2020, Senin (14/9). ‘’Untuk bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Alokasi anggaran terbesar di bidang sosial,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.

Bupati menekankan, peningkatan BTT sesuai instruksi Mendagri 5/2020 tentang Prioritas Penggunaan  Perubahaan APBD TA 2020. Berdasar regulasi tersebut, prioritasnya untuk beberapa sektor. Antara lain, penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan optimalisasi pelaksanaan penyediaan jaring pengaman sosial. Serta, prioritas belanja organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak terdanai program kegiatan. ‘’Ada beberapa yang mendapatkan alokasi BTT,’’ ujarnya.

Dalam Rencana PAPDB 2020 itu, 13 lembaga pemerintahan mendapat jatah BTT. Angka tertinggi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rp 2,1 miliar. Kecamatan dijatah Rp 2,06 miliar, serta OPD lain. Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto menyebut peningkatan tersebut bukan hanya dalam rencana perubahan keuangan. ‘’Itu (BTT, Red) sekarang sekitar Rp 35 miliar, legalisasi penggunaan bulan-bulan sebelumnya karena pandemi,’’ ungkap Tontro.

Tontro mengatakan, sekitar Rp 18 miliar BTT sudah digunakan. Untuk tiga bulan ke depan masih memiliki Rp 17 miliar. ‘’Yang sudah terpakai untuk pencegahan persebaran (Covid-19). Banyaknya di dinkes, rumah sakit, dan BPBD,’’ pungkasnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close