features

Brigitta Davina Sukarela Bantu Penanganan Korona

Selalu Trenyuh Melihat Pasien Sembuh

Semangat Brigitta Davina Prabawati Hertadi sukarela membantu penanganan korona. Berbekal disiplin ilmunya di bidang farmasi, warga Perumahan Bumi Mas 2, Kota Madiun, itu terpilih menjadi relawan asisten apoteker di RS Unair Surabaya.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

TANPA pikir panjang, panggilan itu langsung diiyakan. Begitu dinyatakan lolos sebagai relawan di RS Unair, Brigitta langsung ditugaskan di bagian khusus infeksi. Setiap harinya mengantarkan berbagai jenis obat dan vitamin bagi pasien Covid-19. ‘’Tugas itu saya jalani selama enam bulan. Mulai Mei hingga Oktober 2020,’’ kenang alumnus Universitas Ngudi Waluyo, Semarang, itu.

Brigitta juga mengantarkan obat dan vitamin ke rumah pasien yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Untuk menghindari penularan, dia selalu mengenakan masker N95 dan sarung tangan. ‘’Awalnya bertugas dari pagi hingga pukul 18.00. Terkadang sampai pukul 22.00. Setelah personelnya bertambah, tugasnya hanya sampai pukul 16.00,’’ ujarnya.
Brigitta turut membantu menyeleksi alat pelindung diri (APD). Dia bersama seorang temannya harus memastikan hazmat aman dikenakan. Tidak ada celah atau kebocoran yang berpotensi tembus cairan. Setiap bagian mulai lengan tangan dan kaki hingga resleting dipastikan tertutup rapat. ‘’Waktu itu sering bawa berkarung-karung APD hanya dengan troli, ke rumah sakitnya berjarak 120 meter,’’ katanya.

Masih membekas pula di ingatannya kala menjadi relawan di awal pandemi. Ketika itu, pasien yang ditangani membeludak. Rumah sakit tempatnya bertugas sering overload. Kapasitas rawat inap 12-15 pasien harus diisi hingga 20 pasien lebih. Sehingga membuat nakes kewalahan. ‘’Saat itu personelnya kurang. Saya pun harus nyetok APD di setiap bangsal tempat pasien korona dirawat,’’ terang putri pasangan Agnes Adhani dan Sri Hertadi itu.

Setiap bertugas, sejatinya Brigitta waswas. Namun, rasa kekhawatiran itu tertutupi besarnya semangat menjalani tugas kemanusiaan. Dia pun selalu berdoa agar diberi kesehatan selama bertugas. ‘’Orang tua bangga dan selalu memberikan dukungan. Momen paling bahagia itu setiap kali menyaksikan pasien sembuh. Trenyuh melihat mereka sudah diperbolehkan kembali kumpul keluarga,’’ ucapnya. *(fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button