AdvertorialMejayan

BPS Gelar Sosialisiasi dan Penandatanganan Dukungan

Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Data kependudukan yang akurat menjadi kebutuhan pemerintah dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan. Pun dengan instansi lainnya. Hal itu mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan rapat koordinasi daerah (Rakorda) dalam rangka sosialisasi Sensus Penduduk 2020 di Graha Eka Kapti, Selasa (11/2). Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 150 undangan. Terdiri dari jajaran forkopimda, seluruh Kepala OPD, BUMD dan pimpinan instansi vertikal lainnya di Kabupaten Madiun.

Dalam kegiatan sosialisasi itu juga diadakan penandatanganan komitmen dan dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan Sensus Penduduk 2020. Harapannya aparatur sipil negara (ASN) dan anggota keluarganya dapat ambil bagian menyebarluaskan terkait adanya sensus penduduk Tahun 2020. Termasuk mengupdate data individu keluarganya dengan sensus mandiri secara online. ”Kepala OPD diharapkan dapat menginfokan ke bawahannya di masing-masing OPD, ” tambah Kepala BPS Kabupaten Madiun Drs. Ec. Manu Atmojo, MM.

Pengisian sensus menurutnya terdiri dari dua tahap. Tahap pertama yaitu Sensus Penduduk Online (SP Online) yang akan dimulai pada tanggal 15 Februari sampai 31 Maret 2020. Dalam jangka waktu tersebut, masyarakat diharapkan dapat segera mengupdate data probadinya melalui website yang telah disiapkan. Yakni laman sensus.bps.go.id. ‘’Disitulah warga Indonesia mulai memperbarui data pribadinya masing-masing secara akurat,’’ tuturnya.

Sementara tahap kedua Sensus Penduduk Wawancara (SPW). Tahapan tersebut dimulai selama satu bulan penuh. Tepatnya di bulan Juli 2020. Nantinya petugas BPS akan menyisir update data. Sehingga tidak ada satupun masyarakat yang terlewatkan. ‘’Kegiatan Sensus Penduduk 2020 bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia,’’ jelasnya.

Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut jika Pemkab Madiun bakal mendukung dan mensukseskan program dari pemerintah pusat itu dengan sebaik-baiknya. Pasalnya data yang dihasilkan dari sensus penduduk menjadi acuan pemerintah dalam penetapan kebijakan seperti pembangunan. Itu mengingat subyek dan sasaran pembangunan adalah masyarakat. ‘’Oleh karena itu akurasi dan kualitas data kependudukan sangat menentukan kebijakan yang diambil pemerintah,’’ tegasnya.

Target yang diharapkan oleh Pemkab Madiun untuk SP Online yakni sebesar 30 persen. Target ini melebihi  target BPS Kabupaten Madiun.  Meski tinggi, Pemkab Madiun optimis dapat mencapai target tersebut dengan bantuan ASN dan instansi vertikal. ‘’Sehingga untuk tahap kedua di bulan Juli mampu menyelesaikan sensus penduduk dengan 100 persen,’’ jelasnya.

Untuk itu, Hari menghimbau, khususnya ASN harus ikut membantu mensosialisasikan SP Online di lingkungan pekerjaan maupun keluarganya. Dengan begitu, pekerjaan petugas sensus menjadi lebih mudah. ”Selain itu juga mempercepat proses pencatatan, ” paparanya.

Sementara itu, dalam kegiatan rakorda sosialisasi Sensus Penduduk 2020, Hari didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun Tontro Pahlawanto, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun Teguh Harissa, Kepala Kejari Kabupaten Madiun Dzakiyul Fikri dan Komandan Sathar 21 Depohar 20 Lanud Iswahjudi Letkol Lek Agung Setiawan.  (ti7/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close