Madiun

BPJS Ketenagakerjaan Tindak Lanjuti Aspirasi PT BIK Magetan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan karyawan PT Bintang Inti Karya (BIK) Magetan mengadu ke BPJS Ketenagakerjaan Madiun Selasa (8/9). Kedatangan massa di Jalan Mayjend D.I. Panjaitan, Kota Madiun, itu diterima dengan tangan terbuka oleh jajaran manajemen BPJS Ketenagakerjaan.

Sepuluh perwakilan dipersilakan masuk untuk mediasi. Empat tuntutan pun disepakati. Pertama, BPJS Ketenagakerjaan menindaklanjuti agar data tenaga kerja PT BIK didaftarkan kembali menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Kedua, tenaga kerja juga didaftarkan sebagai calon penerima bantuan subsidi upah (SBU) sebesar Rp 600 ribu dari pemerintah pusat. Ketiga, BPJS Ketenagakerjaan menindaklanjuti data yang diserahkan berdasarkan nota pemeriksaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Keempat, kedua belah pihak menyepakati data yang dimaksud sesuai dengan lampiran berita acara penyerahan data. ‘’Pekerja masih memiliki keterikatan kerja dengan perusahaan alias tidak di-PHK. Jadi, sudah sepantasnya mendapatkan haknya. Perusahaan beralasan Covid-19, maka sebagian dirumahkan,’’ kata Ketua Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI) Madiun Raya Ahmad Soleh.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun Tito Hartono menjelaskan, para pekerja itu sejatinya berhak mendapatkan BSU. Secara prinsip, 2.600 pekerja PT BIK telah memenuhi syarat karena telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni lalu. Sebagaimana diatur Permenaker 14/2020. ‘’Kami sudah mediasi sebelumnya, dan ini massa kembali datang untuk mengadukan. Secara prinsip, akan kami tindak lanjuti,’’ ujar Tito.

Sayangnya, sejauh ini PT BIK enggan menjembatani pekerjanya mendaftarkan sebagai calon penerima BSU. Terbukti, BPJS Ketenagakerjaan belum menerima berkas persyaratan nomor rekening para pekerja sebagai salah satu syarat pendaftaran. Ataupun mendaftarkan pekerja melalui online lewat kanal yang sudah tersedia. ‘’Kita fasilitasi. Intinya, 2.600 karyawan PT BIK akan kami usulkan mendapat BSU. Karena memang mereka ini sudah tidak ada akses lagi ke perusahaan setelah dinonaktifkan, makanya datang ke sini,’’ lanjutnya.

Terkait penonaktifan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Tito menegaskan bahwa itu sebagaimana permintaan PT BIK. Penonaktifan dilakukan dalam dua tahap. Gelombang pertama sebanyak 1.630 pekerja pada Juli lalu. Gelombang kedua sebanyak 1.020 pekerja. ‘’Bagaimanapun kami siap mendukung dan memfasilitasi,’’ tegasnya.

Jalannya aksi mendapat pengawalan aparat dari Polres Magetan dan Polres Madiun Kota. Pasca-audiensi, massa membubarkan diri dengan tertib dan lancar. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button