AdvertorialMadiun

BPJS Ketenagakerjaan Madiun Hadir di Mall Sun City

MADIUN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun terus meningkatkan jumlah kepesertaan dari sektor bukan penerima upah (BPU) dan penerima upah (PU), salah satunya dengan membuka gerai pameran di mallSun City di Kota Madiun, Jawa Timur.

“Kegiatan ini untuk menjaring kepesertaan BPU dan PU serta meningkatkan brand awereness BPJS Ketenagakerjaan. Namun tidak menutup kemungkinan juga para pengunjung dan pekerja yang  di mal ini dapat mencari informasi tentang manfaat program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun Tito Hartono saat meninjau gerai pameran BPJS Ketenagakerjaan di Kota Madiun, Selasa.

Menurut dia, berdasarkan validasi data yang ada, diketahui bahwa sebagian besar para pekerja dari sektor usaha skala mikro masih belum terdaftar masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan banyak yang belum mengetahui manfaat dari program tersebut.

“Untuk itu, kami perlu melakukan sosialisasi dan edukasi secara langsung ke calon peserta dengan mendatangi lokasi guna memberikan pengenalan akan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Adapun gerai pameran yang dibuka di Mall Sun City Madiun akan berlangung selama tiga hari, mulai Selasa (12/11) hingga Kamis (14/11).

“Pameran ini juga melayani cek saldo, cara penggunaan aplikasi BPJSTKU, tata cara klaim dan informasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan” Katanya.

Untuk program yang dapat diikuti oleh para peserta BPU adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Dengan nilai iuran yang dibayarkan yaitu Rp16.800 per bulan.

Selain itu, terdapat juga program tambahan, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT). Para peserta hanya cukup menambah iuran Rp20.000, maka akan mendapatkan manfaat berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. Hasil pengembangan JHT paling sedikit sebesar rata-rata bunga deposito “counter rate” bank pemerintah.

“Untuk mengikuti tiga program, yakni JKK, JKM, dan JHT, total iuran yang dibayarkan mencapai Rp36.800 setiap bulannya,” katanya.

Ia menambahkan kegiatan serupa akan terus dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Madiun secara berkelanjutan. Hal itu agar jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat pekerja.

Dengan demikian, harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengenal BPJS Ketenagakerjaan khususnya masyarakat pekerja di sektor formal (PU) dan  informal (BPU).

Saat ini tercatat jumlah kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun dari sektor penerima upah hingga 13 November 2019 di wilayah Madiun dan Magetan telah mencapai 2.751 perusahaan dengan total pekerja 46.463 orang.

Sedangkan dari sektor bukan penerima upah mencapai 5.086 orang. Sementara peserta BPU di seluruh wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Madiun mencapai 9.358 orang, demikian Tito Hartanto.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button