Advertorial

BPJamsostek Serahkan Klaim JKM ke Ahli Waris Tenaga Pendidik LP Ma’arif NU Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Ponorogo kembali menyerahkan klaim santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris Tenaga Pendidik Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Ponorogo (LP Ma’arif NU), Rabu (6/10). “Kami memberikan klaim santunan Jaminan Kematian sebanyak empat ke ahli waris dari LP Ma’arif NU Ponorogo,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Honggy Dwinanda Hariawan.

Penyerahan dilakukan di Auditorium SMP Maarif 1 Ponorogo yang dihadiri oleh perwakilan pemkab, kemenag, Ketua NU, dan Ketua LP Ma’arif. Menurut Honggy lembaga pendidik satu ini sangat memperhatikan pegawainya dalam hal keselamatan kerja. Dari 2.400 guru madrasah LP Ma’arif NU baru 600 guru yang terdaftar menjadi peserta Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan JKM BPJS Ketenagakerjaan sejak Agustus 2020. “Baru 15 bulan menjadi peserta, ke empat ahli waris peserta sudah merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Total santunan yang diberikan sebesar Rp 168 juta. Masing-masing ahli waris mendapatkan Rp 42 juta. Iuran tiap bulannya cukup murah hanya Rp 10.500 rupiah. Honggy lantas mengajak semua guru madrasah LP Ma’arif NU segera mendaftarkan diri supaya dalam bekerja merasa aman. Karena sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Saya harap pihak LP Ma’arif NU setelah tahu manfaatnya yg diterima, bisa mengimbau semua guru madrasah untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan yang sudah terdaftar bisa menambah program untuk mengikuti jaminan hari tua,” ungkapnya.

Kepala LP Ma’arif NU Ponorogo Asaduddin Luqman mengaku berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan telah memberi santunan bagi ahli waris ke tenaga pendidiknya. Dia pun juga mengatakan bahwa honor yang diterima tenaga pendidik masih dibawah rata-rata pada umumnya. Dengan terdaftar menjadi peserta di BPJS Ketenagakerjaan ketika ada musibah dalam bekerja mampu diklaim penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan. “Dengan itu mampu meringankan beban peserta. Apalagi jika meninggal dunia ahli waris juga mendapatkan manfaatnya,” ujar Luqman.

Tidak hanya itu, jika pegawai pendidik menjadi peserta selama tiga tahun, maka ahli waris tidak hanya mendapatkan klaim jaminan Kematian saja. Anaknya juga mendapatkan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan mulai dari TK hingga bangku kuliah strata satu (S1). Keluarga yg ditinggalkan tidak perlu khawatir lagi untuk biaya pendidikan, semua ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. “Dari 2.400 tenaga pendidik LP Ma’arif NU saya harap semuanya ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena banyak manfaat yg didapat,” pungkasnya. (fac/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button