Magetan

BPCB Trowulan Ukur Bangunan dan Kolam, Sendang Kamal Masuk Cagar Budaya

MAGETAN – Benteng Kadipaten Purwodadi sepertinya sulit ditetapkan sebagi cagar budaya. Selain berada di lahan milik perseorangan, juga belum ada surat keputusan (SK) dari bupati. ‘’Kalau sudah dibebaskan lahannya tentu akan memudahkan kami untuk mendaftarkan Benteng Kadipaten Purwodadi sebagai cagar budaya,’’ kata Kasi Pelestarian Cagar Budaya dan Sejarah Lokal Disparbud Magetan, Iswahyudi Selasa (23/7).

Karena proses itu dirasa butuh waktu lama, pihaknya lebih dulu fokus menggarap Sendang Kamal di Kelurahan Keraton, Maospati sebagai salah satu cagar budaya. Apalagi, pada Senin (22/7) lalu pihak Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan telah melakukan pengukuran di bangunan peninggalan Kerajaan Kediri tersebut. ‘’Pengukuran dilakukan pada bangunan dan kolam itu di Sendang Kamal sebagai cagar budaya,’’ ungkapnya.

Diakuinya, selain Sendang Kamal dan Benteng Kadipaten Purwodadi, total ada 160 jenis peninggalan bersejarah lainnya yang berada di Magetan. Baik itu dalam bentuk bangunan, arca, maupun makam kuno. Adalah Candi Sadon di Desa Cepoko, Panekan dan Pemandian Dewi Sri di Desa Simbatan, Kawedanan yang paling dikenal luas. Serta, tiga prasasti yang letaknya tak jauh dari Sendang Kamal. ‘’Kalau prasasti masih dalam proses registrasi,’’ ujar Iswahyudi.

Yang jelas, saat ini proses pendataan terus dilakukan. Karena diperkirakan masih banyak peninggalan sejarah lain yang belum tercatat sebagai cagar budaya. ‘’Karena terakhir kami berkeliling ada satu makam kuno di Widoro Kandang, Kecamatan Sidorejo yang belum sempat tercatat,’’ terang Iswahyudi. (fat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close