Magetan

Bos Tambang di Karas Jadi Korban Pungli

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aktivitas galian di Karas berbau pungutan liar (pungli). Kondisi itu dikelukan sejumlah bos tambang di perbatasan Sobontoro dan Sumursongo. ‘’Ada kenaikan tagihan retribusi di luar kesepakatan,’’ kata Suharto, pemilik tambang di dua desa itu, Selasa (17/11).

Dia mengungkapkan sekali muat, retribusi portal dipatok Rp 41.500 (pasir uruk) dan Rp 51.500 (pasir cucian). Sebelumnya, tiap desa mematok tarif beda. Hanya Rp 21 ribu (pasir cucian) dan Rp 12.500 (pasir uruk) di Sumursongo. Di Sobontoro hanya Rp 14 ribu (pasir cucian) dan Rp 8.000 (pasir uruk).

Saat ini, menurutnya, ada petugas yang mewakili dua desa melakukan penagihan secara kumulatif. Bahkan, tagihannya jauh lebih besar. ‘’Kenaikan itu tanpa pemberitahuan. Tiba-tiba muncul di tagihan,’’ ungkap Suharto. (odi/her)

 

Ulasan Lengkap Ada di Jawa Pos Radar Madiun Edisi Cetak

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button