Ngawi

BOR Rumah Sakit Turun, Ngawi Berstatus PPKM Level 4

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tingkat keterisian ranjang perawatan di empat fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) Ngawi menukik tajam. Bed occupancy ratio (BOR) berada di kisaran 30 persen dalam sepekan terakhir. Persentase itu separo dari ambang batas aman 60 persen yang ditentukan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Padahal, keterisan bed di RSUD dr Soeroto, RS Widodo, RSI At-Tin Husada, dan RS Lapangan (RSL) Agro Techno Park (ATP), Ngrambe, nyaris menyentuh 90 persen akhir Juni lalu. ‘’Dalam sepekan terakhir, dari total kapasitas 355 bed terisi 170-an pasien,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Rabu (25/8).

Catatan Jawa Pos Radar Ngawi, empat fasyankes menyumbang BOR 79 persen dari total 158 bed pada 23 Juni. Berselang dua hari naik 87,2 persen dengan jumlah bed bertambah menjadi 220. Pemkab secara bertahap meningkatkan kuantitas ranjang perawatan di beberapa fasyankes. Di saat bersamaan grafik BOR melandai selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level.

Menurut Ony, turunnya kasus Covid-19 membuat BOR rendah. Pihaknya telah memastikannya lewat pengecekan keterisian ruang perawatan penderita Covid-19 di empat fasyankes. BOR RSUD dr Soeroto tercatat 33 persen. Sedangkan bed di dua RS swasta dan RSL lebih banyak yang lowong. Persentasenya di atas 50 persen. ‘’Sesuai data, kasus Covid-19 memang turun signifikan,’’ ujarnya. (odi/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button