Madiun

Bonus Dobel First Anniversary IRCC

Gowes 62 Km, Sumbangkan CSR ke Sekolah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bersepeda ternyata bisa memberi bonus tidak terduga. Bukan sekadar merasakan ”siksaan” tanjakan, melainkan juga bisa beramal sekaligus bertemu dengan banyak cyclist lain dari berbagai daerah.

Nah, geliat itu yang muncul ketika perayaan first anniversary Indonesian Railways Cyclist Community (IRCC) Sabtu lalu (22/2). Ratusan cyclist dari 23 komunitas turun ngaspal jalan dengan sepeda mereka masing-masing menempuh jarak 62 kilometer keliling Kota-Kabupaten Madiun.

Mengambil start dari halaman parkir Sun City Festival, para cyclist kemudian langsung dipanasi menuju Dungus, Kecamatan Wungu, dengan jarak 13 km. Beberapa peloton besar sempat terpecah di rute menanjak sebelum masuk pit stop di Kuwiran sekitar 5 km dari Dungus.

Selepas itu endurance peserta kembali diuji dalam perjalanan menuju Sun City Festival. Mereka harus merasakan siksaan tanjakan lagi sejauh 15,5 km menuju Kare, sebelum merasakan keseruan jalan menurun sepanjang 13,5 km via Randu Alas.

Setelahnya para peserta masuk pit stop kedua di Caruban, sebelum kemudian berlanjut sampai finis. Total rata-rata waktu tempuh peserta sekitar 4–5 jam dengan kecepatan antara 20–30 km.

Vice President Daop VII Madiun Wisnu Pramudyo mengatakan, IRCC dibentuk tahun lalu. Anggotanya terdiri dari karyawan-karyawati kereta api (KA). Menurutnya, kegiatan ini bersifat fun sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar sesama cyclist dari daerah lain. ‘’Selain itu, kami menyerahkan corporate social responsibility (CSR) ke dua sekolah,’’ katanya.

Keseruan long distance cycling dalam anniversary pertama IRCC, dirasakan oleh Mariyoto, 60. Cyclist asal Bandung itu mampu menaklukkan rute yang ada dengan menggunakan sepeda lipat brompton miliknya.

Begitu juga dengan Diah Purwanti, 46. Peserta perempuan dari Jogjakarta itu berhasil finis mesikupun harus bersusah payah dengan sepeda lipatnya yang merupakan buatan Inggris tersebut. ‘’Tanjakannya cukup esktrem. Terutama yang sebelum Pasar Kare. Beberapa kali saya harus menuntun sepeda karena sepeda ini tak kuat menanjak,’’ ujarnya. (mg3/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button