Madiun

Bongkar Warung Liar di Muneng

MADIUN – Riwayat 30 warung penyusup Pasar Muneng, Pilangkenceng bakal segera tamat. Dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdakop-UM) berniat membongkar bangunan semipermanen yang sudah berdiri dua dekade silam tersebut tahun depan. Lantas, mengapa upaya penertiban baru didengungkan saat ini? ‘’Berkali-kali kami tegur tapi tidak pernah digubris,’’ kata Plt Kabid Pasar Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi.

Agus mengatakan, para penghuni warung gelap itu berulang kali diusir. Akan tetapi, mereka kembali menempati bangunan yang berdiri di aset pemkab berselang dua hingga tiga bulan kemudian. Terus berulang hingga membuat penghuninya terlanjur betah. Tidak sekadar berjualan kopi dan makanan, melainkan tempat tinggal. Bahkan, pihaknya mengendus warung dijadikan praktik terselubung prostitusi. ‘’Entah dulu yang membangun pihak pasar atau warga, kami mengambil keputusan warung dibongkar,’’ tegasnya.

Puluhan warung liar itu berada di balik los Pasar Muneng. Bangunannya terbuat dari kayu yang disekat. Luasan antara satu warung dengan lainnya bervariasi. Terkecil 2×2 meter. Dari jumlah puluhan itu, setidaknya ada empat warung yang dimanfaatkan hunian. Lokasinya di deretan paling depan. Terlihat jemuran pakaian bersebelahan dengan dagangan seperti minuman soda dan air mineral. ‘’Kalau Pasar Muneng buka mingguan setiap wage, warung-warung liar ini buka setiap hari,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Agus menuturkan, langkah di balik pembongkaran adalah mengganti menjadi los tambahan. Kalangan yang bakal menempati adalah penghuni warung sebelumnya. Mereka dipersilakan memanfaatkan dengan catatan tidak boleh menyekat lapak terbuka itu. Mengantisipasi dijadikan tempat tinggal. ‘’Biar pasar tidak terlihat kumuh,’’ ujarnya seraya menyebut penghuni warung liar dari luar daerah. (fat/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close