Madiun

Boleh Makan di Tempat, Prosedur Tetap Ketat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Setelah mendapat  lampu hijau dari pemkot, beberapa  restoran di Kota Madiun kembali melayani pembeli Kamis (14/5). Tentu, dengan tetap memperhatikan prosedur tetap (protap) pencegahan Covid-19. Setiap pengunjung wajib mengenakan masker, cek suhu tubuh, dan cuci tangan.

Wali Kota Madiun Maidi memerinci, tempat duduk yang semula 40 kursi kini dibatasi 15 kursi. Pembeli juga harus antre. Bila perlu, penjual mengenakan face shield. ‘’Jika SOP dijalankan secara ketat, pembeli boleh makan di tempat,’’ ujarnya.

Pembolehan makan di tempat juga diberlakukan bagi pedagang kaki lima (PKL). Banyak pertimbangan yang melatarbelakangi pembolehan restoran buka kembali. Mulai alat dapur yang akan rusak jika lama tidak digunakan hingga banyak warga yang kesusahan mencari makan. Kembali dibukanya restoran juga untuk membangkitkan gairah perekonomian di Kota Madiun. Sehingga tak ada lagi cerita pekerja dirumahkan, apalagi PHK. ‘’Pelan-pelan kita jaga semua. Kesehatan maupun ekonomi mulai berjalan,’’ tegasnya.

Maidi juga mengingatkan batas waktu buka restoran sampai pukul 21.00. Batas waktu ini sama dengan batas yang diberlakukan pada pedagang kaki lima (PKL). ‘’Lewat jam sembilan masih buka, akan diperingatkan lebih dulu sebelum ditindak,’’ katanya.

Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Madiun Aris Suharno mendukung keputusan pemkot Madiun. Kebijakan itu wajib direspons setiap pengusaha kuliner dengan sebaik-baiknya. ‘’Jarak duduk pembeli diatur sekitar 2 meter agar tak terlalu dekat dengan pengunjung lain. Harus menyesuaikan jam operasional buka mulai pukul 10.00—21.00, tidak boleh lebih,’’ tegasnya.

Samsu Ilyasa, ketua Federasi Serikat Buruh Makanan, Minuman, Pariwisata, Restoran, Hotel, dan Tembakau (FSB Kamiparho) Kota Madiun, turut mengapresiasi keputusan. Dia juga berharap pemkot memperhatikan upah para pekerja restoran yang sampai kini masih banyak yang tak sesuai UMK. ‘’Selain menyelamatkan dari perumahan atau PHK pekerja, pemkot harus memperhatikan upah kerja yang layak,’’ harapnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close