Magetan

Bocah Kecanduan Game Dikhawatirkan Tak Lulus

MAGETAN, Radar Magetan – Kondisi And, bocah asal Desa Banjarpanjang, Ngariboyo, yang kecanduan game online mengundang keprihatinan pihak sekolah. Jika siswa kelas VI itu terus-terusan mogok sekolah, dikhawatirkan urung mendapatkan ijazah SD. ”Sayang sekali kalau harus mengulang satu tahun,” kata Yadi, wali kelas VI SDN Banjarpanjang 1, Rabu (20/11).

Yadi mengaku sudah berulang kali datang ke rumah And untuk membujuk bocah itu agar mau kembali bersekolah. Namun, hasilnya nihil. ”Sejak awal tahun ajaran baru dia sudah jarang masuk sampai akhirnya tidak mau pergi sekolah,” ungkapnya.

Mengetahui upaya itu tidak membuahkan hasil, Yadi berinisiatif membawakan buku-buku pelajaran ke rumah And. Dia meminta kakek dan meneknya membujuk bocah itu agar mau belajar. ”Tapi, tetap saja masih kecanduan main game,’’ imbuh Yadi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Magetan Suwata juga menyayangkan kondisi And. Pun, mengapresiasi langkah pihak sekolah membujuk bocah itu agar mau kembali bersekolah. ”Membawakan buku ke rumah itu upaya positif pula,” katanya.

Menurut dia, And perlu pendampingan psikolog. Pun, pihaknya telah bekerja sama dengan salah satu universitas untuk melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang kecanduan game online. ”Terbukti dulu sempat ada anak SMP dan didampingi, akhirnya mau sekolah lagi,” tutur Suwata.

Diberitakan sebelumnya, And sudah dua bulan tidak sekolah. Bocah 12 tahun itu enggan bersekolah lantaran kecanduan game online. Pun, saat siang lebih banyak tidur. Dalam kesehariannya, And kerap bermain game via smartphone itu hingga pukul 03.00. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button