Magetan

Bocah 8 Tahun Karantina di Kantor Desa

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – EG, 8, warga Desa Kedungguwo, Sukomoro, Magetan, harus menjalani hari tanpa pendampingan kedua orang tua. Itu karena bapak dan ibunya harus dirawat di rumah sakit lantaran positif Covid-19. Tertular dari kakeknya yang meninggal 22 Juli lalu.

Sementara, meski dinyatakan negatif Covid-19, bocah itu dikarantina di kantor desa setempat. Tempat tinggalnya belum disterilisasi. ‘’Dia sendirian, tidak ada yang mengurus. Jadi saya yang dimintai tolong,’’ kata Rusma Yunistin Surnandari, warga setempat yang tak lain bibi EG, Kamis (23/7).

Menurut Rusma, EG bisa hidup mandiri. Namun, dia tetap tidak tega. Apalagi, keponakannya itu masih sering bertanya kapan bisa bertemu orang tuanya. Bila sudah begitu, dia segera melakukan telekonferensi video dengan ibunya. Beberapa kali menangis karena tidak bisa menahan kangen. Sudah dua pekan keduanya tidak bersama. ‘’Kalau sedih kasihan anaknya. Lama-lama bisa drop, dan tidak baik untuk kesehatannya,’’ terangnya.

Rusma pula yang menemani EG belajar. Kemarin, Kepala SD Kedungguwo Tamsir mendatangi kantor desa untuk memberikan dukungan moril. ‘’Saya baru tahu kalau yang diisolasi adalah salah satu siswa saya,’’ ujarnya.

Tamsir menyebut, kegiatan belajar-mengajar ditiadakan sementara waktu. Termasuk kegiatan belajar kelompok yang direncanakan sebelumnya. Penyebabnya, Desa Kedungguwo zona merah. ‘’Kami akan melakukan kunjungan secara berkala,’’ katanya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button