Advertorial

Bluder Cokro Luncurkan Cokro Channel

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun– Pandemi Covid-19 tidak membuat Bluder Cokro mati langkah. Perusahaan yang bergerak di bidang kuliner dan roti ini berupaya survive di tengah pandemi yang tidak kunjung usai. Pihak Bluder Cokro pun berani meluncurkan aplikasi yang membantu para resellernya. ‘’Aplikasi Cokro Channel ini akan membantu para reseller untuk melihat live stock seluruh produk Bluder Cokro,’’ ujar Hary Sasono, owner Bluder Cokro saat peringatan HUT Bluder Cokro ke-32 tahun beberapa waktu lalu.

Hary menjelaskan, saat ini Bluder Cokro fokus pada modern trade. Ini ditandai dengan dibukanya Distribution Center (DC) di sejumlah kota besar. Tidak hanya DC, Bluder Cokro juga memiliki ratusan reseller untuk membantu penjualan produk. Para reseller ini pun semakin dipermudah dengan keberadaan aplikasi Cokro Channel. Mereka bisa melakukan order pemesanan, dan melihat detil atau pun bentuk roti yang terpampang jelas di aplikasi tersebut.

‘’Lahirnya aplikasi ini bagian dari upaya Bluder Cokro memasukan teknologi dalam sistem penjualan modern yang tengah kami jalankan. Dan saya sangat surprise dengan perkembangannya,’’ katanya sembari menyebut Cokro Channel bisa di-download di Playstore

Di sisi lain, saat pandemi berlangsung Bluder Cokro membuat langkah berani dengan masuk dalam pasar Ibu Kota Jakarta. Langkah yang penuh perhitungan dan survei ini ternyata ikut menyelamatkan penjualan Bluder Cokro. Saat itu Hary melihat toko modern atau minimarket menjadi surga bagi warga Ibu Kota Jakarta saat pandemi berlangsung.

Saat PSBB diberlakukan, orang-orang sangat terhibur saat masuk dalam minimarket untuk memenuhi kebutuhan atau sekedar cuci mata. Fenomena ini yang ditangkap Hary bersama timnya, mereka pun memasukan produk Bluder Cokro di minimarket Jakarta. ‘’Bisa dikatakan masuknya Bluder Cokro di pasar Jakarta menolong kami saat pandemi,’’ ujarnya.

Pasar yang menjanjikan di Jakarta membuat Bluder Cokro ketagihan. Selepas lebaran ini, Hary Sasono bersama timnya akan mendatangi ibu kota. Mereka akan mengembangkan usaha dan membuka sejumlah DC di Jakarta dan sekitarnya. ‘’Pasar Jakarta masih sangat besar. Jika pasar di Pulau Jawa sudah terisi, kami berencana fokus luar pulau. Khususnya di Bali. Sebab Bali akan menjadi daerah yang sektor  perekonomian akan segera pulih setelah pandemi berlangsung. Setelah itu bisa Sulawesi atau Kalimantan yang nantinya akan menjadi ibu kota Indonesia,’’ pungkasnya. (afi/aan)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button