Ngawi

Blokade Jalan Lima Penjuru, Alun-Alun Merdeka Steril Pengunjung

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tiada jalan menuju Alun-Alun Merdeka, Ngawi. Ruang terbuka hijau (RTH) itu ditutup sementara dengan pemblokadean akses masuk di lima penjuru. Rekayasa arus lalu lintas pun diterapkan selama aktifnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sejak Sabtu lalu (3/7).

Pemkab menutup alun-alun bentuk tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 15/2021 tentang PPKM Darurat. Tempat tersebut dinilai potensial menimbulkan kerumunan. ‘’Semua akses jalan menuju alun-alun ditutup sementara,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono Minggu (4/7).

Lima ruas jalan yang dipasang water barrier itu Jalan Yos Sudarso dari arah selatan, Teuku Umar (utara), dan MH Thamrin (barat dan timur). Lalu, Jalan Imam Bonjol dan Jaksa Agung Suprapto. Kedua ruas jalan itu tepat berada di sisi barat dan timur alun-alun. ‘’Hasil rekayasa arus lalu lintas tidak ada masalah,’’ ujarnya.

Ony menerangkan, Jalan Hasanudin yang sebelumnya satu arah dibuat dua arah selama PPKM darurat. Pengendara dari arah selatan punya dua pilihan bila ingin ke Pendapa Wedya Graha, polres, atau Pasar Besar.

Yakni, belok ke timur (Jalan Hasanudin tembus Thamrin) atau barat (Jalan RA Kartini menuju Trunojoyo). ‘’Kalau dari Jalan Hasanudin lewatnya Jalan Ketonggo. Sedangkan arah barat bisa Teuku Umar Barat atau Ronggowarsito bagi yang ingin ke RSUD dr Soeroto,’’ jelasnya.

Bupati menyebut, penutupan ruas jalan tidak berlaku bagi para karyawan instansi pemerintahan dan perkantoran di titik tersebut. Seperti kantor kejaksaan negeri, Bank Jatim, Perhutani, dan RS Widodo. Perkantoran yang masuk sektor kritikal seperti fasilitas kesehatan dan keuangan work from office 100 persen. ‘’Tapi, kalau kantor yang nonesensial 100 persen WFH (work from home, Red),’’ tuturnya. (sae/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button