Ngawi

Bisnis Pariwisata Ngawi Terseok-seok

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Nasib bisnis pariwisata tidak menentu. Seluruh objek wisata di Ngawi berhenti beroperasi sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat awal Juli lalu. Hariyanto, pengelola Srambang Park, menaruh harapan PPKM level berakhir hari ini. ‘’Semoga tidak ada perpanjangan. Kalau diperpanjang, kami menyerah,’’ katanya, Senin (30/8).

Menurut Hari, sapaan akrab Hariyanto, semua pengelola wisata sedang terseok-seok. Penutupan wisata selama dua bulan berdampak besar. Gaji sejumlah karyawan belum dibayar karena tiadanya pemasukan. Tahun ini dianggap yang terburuk bagi bisnis pelesiran. Sebab, relaksasi hanya berlangsung empat bulan, yakni Maret hingga Juni. ‘’Itu pun pengunjungnya hanya sekitar 10 persen dari saat normal,’’ ujarnya.

Opsi merumahkan karyawan dinilai bukan solusi. Pasalnya, operasional tetap harus berjalan. Khususnya wisata alam yang butuh perawatan tanaman, kebersihan area wisata, serta kebutuhan listrik atau air. ‘’Kalau tidak dikelola, maka akan rusak dan tidak bisa dipakai saat nanti buka,’’ terang Hari.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Raden Rudi Sulisdiana menyatakan, objek wisata belum dapat dibuka karena kabupaten ini menerapkan PPKM level 4. (sae/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button