Ponorogo

Bioplastik SMAN 3 Ponorogo Berjaya di EPTION 2019 Universitas Diponegoro

Plastik Bisa Dikonsumsi dan Memperpanjang Masa Simpan

Tidak banyak pelajar yang inovatif. Dari sedikit itu, ada tim karya ilmiah pelajar SMAN 3 Ponorogo. Menciptakan bioplastik berbahan limbah dan memenangi Enviro Paper Competition (EPTION) 2019 Universitas Diponegoro Semarang.

========================== 

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Radar Ponorogo

SEKILAS plastik yang membungkus dodol ini seperti plastik pada umumnya. Namun, bila disentuh, teksturnya lebih lembut dan elastis. Pembungkus berwarna itu adalah bioplastik yang dibuat bahan dapat diperbarui hasil inovasi tim karya ilmiah pelajar SMAN 3 Ponorogo. ‘’Bioplastik ini aman sebagai pembungkus makanan,’’ kata Fitriana, tim kelompok inovasi bioplastik.

Bahan bioplastik di antaranya serbuk dari kulit buah naga dan kitosan cangkang telur ayam. Juga cairan effective microorganisms dan glycerol. Bahan-bahan tersebut dicampur dan dipanaskan hingga akhirnya menjadi gel. Setelah dikeringkan pada cetakan, gel akhirnya menjadi bioplastik. ‘’Butuh tiga bulan membuatnya,’’ ungkapnya.

Fitriana dan anggota timnya menghabiskan waktu di laboratorium usai kegiatan belajar-mengajar (KBM). Pulang malam menjadi hal biasa. Tidak jarang sampel bahan bioplastik ikut dibawa pulang untuk dipraktikan di rumah. Kendala yang dihadapi sulit menemukan formulasi. Seringnya gel sangat lengket hingga sulit diangkat dari cetakan. Persoalan pada durasi pemanasan dengan idealnya 15–20 menit. Selain itu, kadar glycerol yang harus tepat. ‘’Tidak boleh kebanyakan atau terlalu sedikit,’’ katanya.

Bioplastik diikutkan dalam Enviro Paper Competition (EPTION) 2019 Universitas Diponegoro Semarang bulan lalu. Dalam kompetisi bertema Inovasi Genrasi Milenial dalam Mengatasi Krisis Lingkungan untuk Mewujudkan SDGs 2030, itu Fitriana dkk menyabet juara I. ‘’Sebelum presentasi kan ada pameran, dewan juri yang mampir bilang bagus. Sejak itu kami optimis bisa juara,’’ papar Fitriana.

Dewan juri mengujui kandungan polyphenol dari kulit buah naga. Memastikan bioplastik antibakteri dan sesuai dengan tujuan penelitian. Yakni pembungkus makanan dan bisa memperpanjang masa simpan. Selain menguji, dewan juri juga memberikan saran terhadap bioplastik yang bisa dikonsumsi tersebut. ‘’Kalau bisa dibuatkan varian rasa,’’ ujarnya.

Poin tambahan dewan juri adalah bahan bioplastik itu memanfaatkan limbah. Seperti kulit buah naga dari pedagang buah dan penjual jus. Sedangkan cangkang ayam dari peternaknya. Inovasi Fitriana Cs menyisihkan lawan yang juga membuat bioplastik berbahan singkong. ‘’Kami unggul karena bioplastik singkong itu bukan dari limbah dan hanya berwujud plastik,’’ ungkap Umi Rohmatun Nasyikah, rekan Fitriana.

Ide membuat bioplastik muncul sejak kelas XI. Berawal dari keresahan permasalahan plastik yang menjadi masalah lingkungan. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi atensi terhadap inovasi itu. Momennya saat seminar pengurangan plastik di sela pengumuman EPTION 2019. ‘’Kami senang sekali,’’ kata Umi. ***(cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button