Madiun

Bijak Sikapi Hoaks Penculikan Anak

Selalu Waspada Sebaran Kabar Dusta

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hoaks tentang penculikan anak terus direproduksi. Orang tua dan lembaga pendidikan harus jeli dalam menjaring setiap informasi yang tersebar, terutama di media sosial.

Kasubsi Bimbingan Klien Anak Bapas Kelas II Madiun Djaka Sutedjo menuturkan, kabar dusta tentang penculikan anak hampir selalu muncul di setiap periode. Terkadang muncul lalu berangsur tenggelam kembali. ‘’Berita penculikan anak itu sejak lama ada. Tapi, tak pernah benar-benar terjadi di kota ini,’’ katanya.

Meski demikian, Djaka mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada. Penting bagi orang tua memberikan edukasi yang baik kepada anak saat berada di luar rumah. Seperti tak keluar sembarangan. Juga, tak keluar lingkungan sekolah saat jam istirahat. Ketika pulang juga tak gegabah meninggalkan sekolah sebelum dijemput orang tua atau keluarga. ‘’Jangan bepergian sendiri. Kalau bisa selalu bersama dengan teman-teman lainnya,’’ pesannya.

Lebih jauh, dia meminta orang tua mengkaji setiap informasi yang didapati. Jangan mudah percaya dengan kabar yang belum jelas kebenarannya. Karena tujuan penyebaran hoaks memang untuk menimbulkan kecemasan. ‘’Jangan pula menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya,’’ tegasnya.

Djaka menyayangkan penyebaran berita penculikan anak yang terus diproduksi. Hal itu cukup signifikan membuat masyarakat dilanda kecemasan. Menurutnya, informasi tentang penculikan anak seharusnya dikonfirmasi dengan pihak terkait. ”Harus menguji informasi tersebut sebelum disebarluaskan,” katanya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close