Ponorogo

Biaya Seleksi CPNS Bengkak

Butuh Tambahan Kebutuhan Protokol Pencegahan Covid-19

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Anggaran rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Ponorogo bengkak. Sebab, salah satu tahapannya, seleksi kompetensi bidang (SKB), digelar di tengah pandemi Covid-19. ‘’Untuk mencukupi berbagai kebutuhan terkait protokol pencegahan Covid-19,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Winarko Arief.

Sejatinya, untuk semua tahapan seleksi CPNS 2019, pemkab telah mengalokasikan anggaran Rp 1,4 miliar. Mulai pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), hingga SKB dan pemberkasan. Namun, jadwal dan biaya yang telah direncanakan berantakan imbas pandemi. ‘’Perlu banyak penyesuaian terhadap protokol pencegahan Covid-19,’’ ujarnya.

Dari alokasi tersebut sudah terserap Rp 1 miliar untuk membiayai tahapan seleksi yang sudah digelar. Sehingga, masih tersisa Rp 400 juta. Namun, menurut Winarko, sisa anggaran tersebut masih kurang. ‘’Kalau tidak ada pandemi, seharusnya Rp 1,4 miliar itu cukup untuk biaya penyelenggaraan dari awal sampai akhir,’’ jelasnya.

Winarko mencontohkan pembengkakan biaya sewa gedung. Dari yang seharusnya cukup empat hari, harus diperpanjang untuk mengurai kerumunan massa. Belum termasuk penyediaan alat pelindung diri (APD). Mulai dari masker, face shield, sarung tangan, alat pengukur suhu tubuh, hingga fasilitas cuci tangan.

BKPSDM sudah melobi dinas kesehatan (dinkes) untuk menekan pembengkakan biaya. ‘’Belum tahu apakah didukung satgas atau pengadaan sendiri. Kami berharap satgas tidak keberatan,’’ ujar Winarko sembari menyebut jika harus pengadaan sendiri butuh tambahan anggaran sekitar Rp 400 juta lagi. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close